Aktivitas Manufaktur Indonesia Mulai Membaik

Avatar of PortalMadura.com
dok. Pengunjung melihat peralatan industri yang dipamerkan dalam Manufacturing Indonesia 2019 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (4/12/2019). Pameran menampilkan beragam teknologi, layanan manufaktur terbaru dan terbaik dari para pemain kunci dibidangnya.(liputan6.com)
dok. Pengunjung melihat peralatan industri yang dipamerkan dalam Manufacturing Indonesia 2019 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (4/12/2019). Pameran menampilkan beragam teknologi, layanan manufaktur terbaru dan terbaik dari para pemain kunci dibidangnya.(liputan6.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Kondisi manufaktur Indonesia membaik dan kembali ke level positif pertama kalinya sejak Februari 2020, atau sejak wabah Covid-19.

Perbaikan ini ditunjukkan oleh indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Agustus berada di level 50,8 atau naik dibanding posisi di Juli yang sebesar 46,9.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengatakan, aktivitas manufaktur dinyatakan tumbuh positif jika nilai indeks berada di atas 50.

Dia menjelaskan, realisasi positif manufaktur di Agustus terjadi secara luas di berbagai negara.

Beberapa negara besar yang mencatatkan tren aktivitas manufaktur yang ekspansif antara lain Amerika Serikat (53,6), Tiongkok (53,1), dan Eropa (51,7).

Namun, masih ada beberapa negara seperti Jepang (46,6) dan Thailand (49,7) yang belum mampu kembali level positif sejak pandemi.

Sementara aktivitas manufaktur Malaysia (49,3) dan Filipina (47,3) justru kembali terkontraksi pada Agustus, setelah di Juli sempat positif.

“Secara umum, perbaikan aktivitas manufaktur yang terus berlanjut meningkatkan optimisme pemulihan ekonomi global, meskipun berbagai risiko masih harus diwaspadai,” ujar Febrio dalam keterangan resmi, Selasa (1/9/2020).

Baca Juga:  Perangi Hoaks, Gubernur Jatim Lantik Komite Komunikasi Digital

Lebih lanjut, Febrio mengatakan kasus Covid-19 masih berada dalam tren peningkatan di dunia dan terdapat ancaman gelombang kedua Covid-19 yang dapat menghambat aktivitas perekonomian serta membayangi proses pemulihan ekonomi ke depan.

Perbaikan aktivitas manufaktur Indonesia didukung oleh peningkatan produksi dan pesanan baru.

Febrio menjelaskan, peningkatan pesanan baru didominasi oleh permintaan dalam negeri sementara permintaan dari ekspor masih lemah di tengah situasi pandemi yang masih eskalatif.

Selain itu, pelonggaran pembatasan sosial di dalam negeri juga telah meningkatkan kepercayaan bisnis ke level tertinggi sejak Mei 2019 dan mendorong adanya perbaikan aktivitas ekonomi secara berkala.

“Operasi bisnis juga terus meningkat di tengah upaya adaptasi kebiasaan baru dan pemberlakuan protokol kesehatan,” imbuh Febrio.

Kemudian, dia mengatakan dari sisi ketenagakerjaan masih tertekan di tengah upaya pengendalian ongkos perusahaan serta adanya ekses kapasitas yang masih besar.

Baca Juga:  Ini Rincian Formasi PPPK Guru 2022, Kriteria Pelamar, & Syarat Daftar

Peningkatan kinerja manufaktur ini menjadi sinyal yang positif bagi prospek pemulihan ekonomi Indonesia pada semester kedua 2020.

Dengan kontribusi per kuartal kedua 2020 sebesar 20 persen terhadap PDB dan serapan tenaga kerja per Februari 2020 18,5 juta orang, sektor manufaktur memiliki peranan yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia.

“Dengan demikian, diharapkan tren pemulihan ini akan terus berlanjut ke depan,” jelas Febrio.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa pemerintah akan terus mendorong pemulihan ekonomi, dengan tetap memastikan terjaganya protokol kesehatan melalui penguatan berbagai dukungan kebijakan seperti Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta memastikan implementasinya.

Di saat yang sama, pemerintah Indonesia dan berbagai otoritas dunia juga terus mendorong pengembangan vaksin yang akan menjadi bagian sangat penting di dalam penyelesaian pandemi Covid-19.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.