oleh

Anak Puber? Ini Yang Harus Dilakukan Para Orangtua!

PortalMadura.Com –  Ketika seorang anak sudah memasuki usia remaja, ada beberapa perubahan dan begitu banyak permasalahan terkait dengan kondisi fisik maupun kejiwaannya yang sering dikenal dengan masa pubertas (Puber). Usia peralihan menuju dewasa ini tidak jarang menuntut perhatian lebih dari para orangtua.

Masa pubertas merupakan awal dari kematangan seksual yaitu ketika terjadi perubahan fisik, hormonal, dan seksual yang telah mampu untuk bereproduksi. Pubertas pada laki-laki ditandai dengan pembesaran buah zakar (testis) diikuti pembesaran penis, sedangkan pada wanita ditandai denganpembesaran payudara, tumbuhnya rambut pada kemaluan, dan menstruasi.

Masa pubertas memang kerap diwarnai dengan gejolak, oleh sebab itu sebagai orangtua, kita tentu tidak ingin hal-hal yang buruk menimpa putra-putri kita. Untuk itu, perlu kiranya kita harus tau bagaimana menghadapi masa puber pada anak-anak.

Berikut cara-cara yanga dapat Anda lakukan dalam menghadapi masa puber.

1. Pahami dan menerima bahwa pubertas merupakan proses alami yang akan dijalani oleh sang buah hati sejalan dengan proses tahapan perkembangan yang akan anak lalui.  Orang tua tidak perlu panik manakala menghadapi anak perempuannya yang masih  kelas 4 SD sudah mendapatkan haid pertama, ataupun anak laki-lakinya mengalami mimpi basah.  Adanya pemahaman dan penerimaan  yang baik dari orang tua akan mengantarkan anak-anak mereka menjalani masa pubertas secara positif dan menunjang perkembangan mereka menuju masa dewasa secara matang.

2. Berikan peran dan kepercayaan kepada anak remaja untuk berkontribusi positif dalam keluarga. Ini akan memandu anak untuk mengembangkan sikap bertanggungjawab dan juga meningkatkan rasa percaya diri serta pemahaman dalam diri mereka bahwa mereka merupakan salah satu anggota keluarga yang disayangi, dicintai, dihargai dan diperlukan keberadaannya dalam keluarga.

Loading...

3. Tetap tenang dan bijaksana saat menghadapi tingkah laku anak remaja yang tengah bereksperimen dengan hal baru. Misalnya, berlama-lama berdandan, kamarnya ganti suasana seperti toko poster, mencoba aneka peran, dan lain-lain.

4. Hargai pendapat mereka, antara lain dengan berusaha menjadi pendengar yang baik bagi mereka. Pada masa ini, logika mereka semakin matang dan cenderung bersikukuh dengan pemikiran yang mereka miliki. Dalam hal ini, orangtua perlu mengasah kesediaan untuk mendengarkan pendapat anak dan menghargai pemikiran yang mereka miliki.

5. Menjadi teman dekat anak. Adanya kedekatan hubungan dan harmonisnya jalinan komunikasi yang dibina oleh orangtua dengan sang anak, akan membuat mereka lebih mudah mengungkapkan isi hati dan problematikanya. Prinsipnya, lebih baik anak mencurahkan isi hatinya kepada orangtuanya, ketimbang curhat dan meminta saran dari teman, ataupun mencari solusi dari koran, internet dan hal lainnya.

6. Kenali lingkungan sosial anak. Orangtua perlu mengetahui siapa teman-teman dekat anak. Hal ini dapat orangtua lakukan secara santai melalui komunikasi yang terbuka dengan anak. Orangtua perlu menghindari pemantauan ataupun berkesan mengintai gerak-gerik anak.

7. Selaraskan gaya  komunikasi orangtua kepada anak. Orangtua tidak dapat menerapkan gaya komunikasi satu arah/ dominan kepada anak remajanya. Justru orangtua perlu mengembangkan pola komunikasi dua arah yang dapat mendukung proses penyampaian informasi secara efektif dari kedua belah pihak (orangtua – anak). Orangtua dapat menjadikan dirinya sebagai sosok pemberi informasi dan teman berdiskusi yang bijak namun tetap tegas, yang diidolakan oleh anak.

Pendampingan orangtua sangat dibutuhkan oleh remaja dalam perjalanan mereka menuju tahap kedewasaan, dan hal itu harus dimulai pada saat mereka mulai mengalami tanda-tanda pubertas. (mommiesdaily.com/choir)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar