oleh

Anda Sering Buang Air Kecil? Temukan Penyebabnya di Sini!

PortalMadura.Com – Apakah Anda termasuk orang yang sering bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil?. Buang air kecil pada umumnya merupakan suatu hal yang biasa, namun bagaimana jika Anda justru sering buang air kecil?.

Ternyata, secara normal setiap orang akan pergi ke toilet dalam sehari adalah 4-8 kali untuk buang air kecil. Namun, sebagian orang bisa buang air kecil melebihi frekuensi tersebut, bahkan perlu bangun di malam hari untuk buang air kecil. Penyebab sering buang air kecil memang biasanya karena terlalu banyak minum, tapi pendapat ini tidak selalu benar.

Sebab, terlalu sering buang air kecil secara berlebihan mengindikasikan kondisi tertentu. Apa saja kondisi tersebut?. Yuk, ikuti ulasan berikut ini:

Infeksi Saluran Kemih
Ingin selalu buang air kecil yang tidak dapat ditahan serta diiringi demam dan rasa tidak nyaman atau nyeri pada area perut dapat menjadi pertanda infeksi saluran kemih.

Kandung Kemih Terlalu Aktif (Overactive Bladder)
Kondisi di mana otot kandung kemih berkontraksi tiba-tiba secara tidak terkontrol, sehingga menyebabkan keinginan untuk buang air kencing walaupun kandung kemih belum penuh urine.

Infeksi Ginjal
Selain sering buang air kecil, gejalanya antara lain sakit punggung, sakit pada pangkal paha, mual, muntah, diare, demam, serta gemetaran.

Batu Ginjal
Ini merupakan batu mineral yang terbentuk di dalam kandung kemih ketika urine terkonsentrasi. Gejala lainnya adalah kencing yang keluar sedikit-sedikit disertai rasa nyeri, bangun tidur di malam hari untuk kencing, sakit pada perut bagian bawah, terdapat darah pada urine atau warna urine berubah gelap maupun keruh.

Kehamilan
Pada awal kehamilan, uterus akan tumbuh dan menekan kandung kemih, sehingga menyebabkan sering buang air kecil.

Loading...

Diabetes
Sering buang air kecil dengan jumlah urine yang tidak normal seringkali merupakan gejala diabetes. Hal ini disebabkan karena tubuh berusaha membersihkan glukosa yang tidak terpakai di darah melalui urine.

Gangguan Prostat
Pembesaran prostat dapat menekan uretra atau saluran kemih dan menutup aliran urine. Hal ini menyebabkan dinding kandung kemih mengalami iritasi. Akibatnya, kandung kemih menjadi mudah berkontraksi bahkan ketika hanya ada sedikit urine, sehingga sering muncul rasa ingin buang air kecil.

Mengonsumsi Obat-obatan Diuretik
Yaitu, obat untuk tekanan darah tinggi atau penimbunan cairan di ginjal. Obat ini akan membuang cairan berlebih di dalam tubuh, mengakibatkan keinginan buang air kecil secara terus menerus.

Stroke atau Penyakit Saraf
Kerusakan pada saraf yang berkaitan dengan fungsi kandung kemih dapat memicu seringnya buang air kecil.

Faktor Psikologis
Salah satunya adalah kecemasan berlebihan yang berlangsung lama. Misalnya kekhawatiran tentang keuangan, pekerjaan, sekolah, atau keluarga, tapi tidak dapat menjelaskan penyebabnya secara spesifik (gangguan cemas menyeluruh). Gejala selain sering buang air kecil yaitu jantung berdebar-debar, berkeringat, otot tegang, sulit tidur, mudah terkejut, mudah marah, sulit konsentrasi, gemetaran, mual, diare, sakit punggung, serta sakit kepala.

Biasanya diperlukan pemeriksaan urine untuk mengetahui apakah ada senyawa abnormal dalam urine. Selain itu, mungkin juga dilakukan tes lainnya seperti tes pencitraan, tes neurologis, serta tes urodinamik. Tes pencitraan seperti USG bertujuan untuk menampilkan gambar dari dalam tubuh.

Tes neurologis bertujuan untuk memeriksa apakah ada gangguan saraf. Sedangkan tes urodinamik berguna untuk memeriksa seberapa baik keadaan kandung kemih, sfingter, dan uretra. (alodokter.com/Qory)


Berita PortalMadura
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE