oleh

Anggaran Pemeliharaan Gedung Dewan Diduga Disalahgunakan?

SUMENEP (PortalMadura) – Aktifis mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menduga ada penyalahgunaan anggaran pemeliharaan gedung DPRD setempat.

“Jika pemeliharaan gedung dewan itu dilakukan setiap tahun dan merujuk pada anggaran yang ada, maka tidak mungkin ada langit-langit gedung dewan yang berada disamping pintu masuk ambruk,” tegas Zainollah, mahasiswa Universitas Wiraraja, Sumenep, Selasa (17/12/2013).

Pernyataan mahasiswa tersebut mengkritisi ambruknya langit-langit gedung dewan. Untung saat kejadian tidak menimpa para anggota dewan maupun pengawai sekretariat DPRD Sumenep.

“Tidak ada alasan untuk tidak segera memperbaiki kerusakan tersebut, karena anggaran pemeliharaan gedung sangat besar,” kata Zain sapaan akrab Zainollah.

Angoota Komisi A DPRD Sumenep, Hamid Ali Munir menyatakan, ambruknya langit-langit Gedung DPRD merupakan indikasi jika konstruksi bangunannya yang tidak beres. Selain itu, kwalitas kayu dan pemeliharaan tiap tahun yang tidak dilakukan secara benar.

“Akan kami panggil bagian sekretariat dewan untuk mengevaluasi penggunaan anggaran pemeliharaan kantor. Karena jika dibiarkan, maka dikhawatirkan akan merempet pada bagian gedung dewan yang lain,” janjinya.

Sementara, Sekretaris DPRD Sumenep, Moh Mulki ketika dikonfirmasi menegaskan, jika ambruknya langit-langit Gedung DPRD, disebabkan kondisinya sudah lapuk akibat 5 tahun lebih tidak direhap.

“Anggaran pemeliharaan gedung itu tingga Rp8 juta. Maka sudah tidak mungkin untuk melakukan perbaikan tahun ini. Maka akan diambilkan dari dana pemeliharaan gedung tahun mendatang,” tandasnya.(deny/htn).



Komentar