oleh

Aturan Mengencangkan Rantai Motor yang Jarang Orang Ketahui

PortalMadura.Com – Mengencangkan rantai sepeda motor memang perlu dilakukan untuk memberikan kenyamanan saat berkendara. Karena, ketika pemutar roda belakang itu kendur biasanya akan menimbulkan suara berisik dan berkurangnya tenaga mesin.

Tapi yang perlu diperhatikan adalah saat melakukan pengencangan. Pasalnya, mengatur tarikan rantai itu tidak semudah yang dibayangkan. Perlu pertimbangan ketika mengencangkan atau mengendurkan rantai motor. Salah satunya yaitu mengenai beban penumpang sepeda motor.

Apabila sering berboncengan, terutama dengan yang posturnya besar, disarankan untuk tidak menarik rantai terlalu kencang. Sebab, komponen tersebut akan menegang dan bisa berakhir putus.

Pemilik bengkel Agatha Motor di Jalan Jenderal Sudirman Bekasi, yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, bahwa dalam pengaturan tarikan rantai, baiknya berpatokan pada beban yang sering ditanggung sepeda motor.

Baca Juga : Kenali Penyebab Utama Rantai Motor Anda Cepat Putus

“Kalau naik motor, beban kan ditanggung sama ban belakang. Apalagi kalau boncengan. Jadi, rantai itu (yang terlalu kencang), membawa beban yang berat, bakalan kaget di tarikan pertama. Kalau langsung gas pol, bisa-bisa putus di tempat,” ujarnya.

Artinya, lanjut pria tersebut, penting untuk menyelaraskan beban yang ditanggung sepeda motor, dengan tingkat kekencangan rantai. Apabila proses pengencangan rantai dilakukan di bengkel, jangan ragu menyampaikan ke mekanik perihal beban tersebut.

Baca Juga : 5 Cara Mudah Bersihkan Rantai Motor

“Setiap mau mengencangkan rantai, dikira-kira bebannya. Kalau yang mengencangkan mekanik, bilang motor lebih sering dipakai sendiri atau membonceng,” tuturnya.


Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : viva.co.id

Komentar