oleh

Awan Cumulonimbus Ancam Madura

SUMENEP (PortalMadura) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, puncak musim penghujan untuk wilayah Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep) akan terjadi selama Oktober hingga akhir tahun ini.

Hujan juga akan disertai angin kencang dan petir. Itu karena persebaran awan yang tidak merata. Tumpukan awan hitam pekat tersebar hampir di seluruh kabupaten di Madura.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Endriyono mengatakan, cumulonimbus (CB), nama awan hitam yang biasanya berbentuk pekat penyebabkan hujan, petir, dan angin kencang.

“Biasanya ditandai dengan adanya gumpalan awan putih yang akan berubah menjadi hitam dan mempunyai ekor panjang, serta menjulur ke bawah,” terangnya, Sabtu (19/10/2013).

Pada sat itulah, kata dia, gumpalan awan hitam yang mempunyai kekuatan merusak akan menyapuh apapun yang ada di bumi. Terutama di daerah pesisir.

Dipertengahan musim, bukan berarti tidak akan terjadi puting beliung, namun volumenya lebih tinggi pada awal musim penghujan.

Catatan, PortalMadura, wilayah yang sering terjadi puting beliung yakni di Kabupaten Sumenep daerah pesisir selatan, dan utara, serta sebagian wilayah kota.

Wilayah Pamekasan yang rawan puting beliung berada di wilayah utara, sedangkan di Kabupaten Sampang dan Bangkalan juga terdapat daerah rawan puting beliung.(deny/htn).


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE