oleh

Awas, Ini 5 Perawatan Wajah yang Perlu Dihindari

PortalMadura.Com – Saat ini banyak tips-tips kecantikan yang mudah ditemukan di internet. Sehingga memudahkan wanita untuk bermakeup atau melakukan perawatan kulit wajah. Namun, tidak semua yang ditampilkan itu perlu Anda coba. Karena bisa saja semua itu berdampak buruk pada kulit, terutama wajah.

Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, ada beberapa perawatan kecantikan tidak benar atau mitos yang sebaik dihindari, sebagaimana dilansir PortalMadura.Com, Kamis (22/8/2019) dari laman fimela.com yang mengutip dari Times of India.

Lantas perawatan kecantikan seperti apa yang perlu dihindari? Berikut penjelasannya:

Jus Lemon Bisa Membuat Ketiak Segar Sepanjang Hari

Banyak yang percaya jika lemon dapat menggantikan deodoran.

“Ini mengharuskanmu menggosok irisan lemon di bawah ketiak atau area lain tubuh yang rentan terhadap keringat, untuk membunuh bakteri penghasil bau dan membuat merasa segar sepanjang hari,” kata blogger Anuradha Mohan.

Sanggahan:
Dokter kulit kosmetik Rinky Kapoor mengatakan, kulit agak asam, dengan pH kurang dari tujuh. Lemon, di sisi lain, sangat asam dengan pH sekitar 3,5 atau 4. Ketika diterapkan, asam sitrat dalam jus lemon justru dapat menyebabkan luka bakar kimiawi dan membuat kulit sensitif terhadap sinar matahari, sehingga menghasilkan lebih banyak pigmentasi.

Mengolesi Jerawat dengan Pasta Gigi

“Saya mengoleskan pasta gigi ke jerawat saya sebelum tidur, berharap mereka akan mengering keesokan paginya. Tetapi hasilnya justru meradang,” kata seorang profesional media Amrita Mukherjee. Ia melanjutnya, jerawat akhirnya sembuh, tetapi meninggalkan bekas luka yang membutuhkan waktu cukup lama.

Sanggahan:
Pasta gigi kata Dr. Kapoor, mengandung kalsium karbonat, yang juga ditemukan dalam plester semen kapur yang diaplikasikan pada dinding, dan ini dapat mengiritasi kulit yang sudah meradang. Tidak ada bahan yang terkandung dalam pasta gigi yang bisa mengurangi jerawat.

“Bahan-bahan lain yang ditambahkan ke pasta gigi, juga dapat menyebabkan luka bakar pada kulit, sementara hiperpigmentasi pasca-inflamasi dapat menyebabkan jerawat meninggalkan bekas luka,” paparnya

Loading...

Gula, Garam, atau Soda Kue Bisa Jadi Scrub untuk Haluskan Kulit

“Saya sudah mencoba berbagai scrub ini dan selalu berakhir dengan kulit kering dan meradang,” kata blogger kecantikan Chandni Dialani.

Sanggahan: Garam, gula dan baking powder, kata seorang dokter kulit Dr. Saurabh Shah, terdiri dari kristal kecil dengan ujung yang runcing. Ketika menggosok ini di wajah, bahan tersebut menyebabkan potongan mikro yang memfasilitasi masuknya bakteri dan jamur, yang menyebabkan infeksi. Itulah mengapa scrub ini akan membuat kulit terlihat meradang.

Baca Juga: Dejan Antonic Mengundurkan Diri Sebagai Pelatih Madura United

Hairspray untuk Membuat Makeup Bertahan Lebih Lama

“Suatu kali, ketika terburu-buru untuk pemotretan, saya menemukan bahwa saya telah kehabisan semprotan wajah. Saya ingat menonton video yang mengatakan hairspray juga bisa bekerja,” kata aktor dan influencer Vishakha Sodha.

Meski benar, makeup nya tahan lebih lama, namun wajahnya tiba-tiba kemerahan dan mengalami peradangan pada pagi berikutnya.

Sanggahan:
Bahan-bahan tertentu dalam hairspray, kata Dr. Shah, dapat mengiritasi kulit, membuatnya terasa gatal, merah dan bergelombang. Alkohol dalam hairspray akan mengeringkan kulit, dan membuatnya terasa kering dan terlihat lebih tua. Riasan akan lebih sulit untuk dihapus dan menghasilkan jerawat dan peradangan.

Masker Lem untuk Perontok Komedo

Orang kadang berusaha keras untuk menghilangkan komedo, itulah sebabnya resep masker topeng sangat populer di internet.

“Masker ini menggabungkan lem dengan bahan-bahan dapur seperti bubuk teh, dan harus mengoleskan masker ke hidung atau area lain yang rentan terhadap komedo. Ketika melepaskan masker, dikatakan komedo juga dapat ikut rontok,” kata Dialani.

Sanggahan: “Lem yang tersedia di sebagian besar toko alat tulis adalah cyanoacrylate, yang mengering untuk membentuk lapisan pada kulit. Ketika mengupas lapisan ini, menyebabkan mikro-abrasi kecil atau luka pada kulit di bawahnya. Ini dapat menyebabkan iritasi dan membuat kulit lebih rentan terhadap infeksi. Jika tidak berhati-hati, bisa mengelupaskan lapisan kulit wajahmu,” kata Dr Shah.

 


Rewriter: Desy Wulandari
Sumber : fimela.com

Komentar