BBRI Jadi Incaran Analis! Valuasi Murah dan Dividen Jumbo Rp52 Triliun Jadi Daya Tarik Utama

Avatar of PortalMadura.com
BBRI Jadi Incaran Analis! Valuasi Murah dan Dividen Jumbo Rp52 Triliun Jadi Daya Tarik Utama
BBRI Jadi Incaran Analis! Valuasi Murah dan Dividen Jumbo Rp52 Triliun Jadi Daya Tarik Utama

PortalMadura.com – Sektor perbankan tanah air kembali mencuri perhatian para investor menyusul koreksi harga saham sejumlah bank besar yang dinilai membuka peluang investasi jangka panjang. Salah satu yang menjadi sorotan utama pada Minggu (26/4/2026) adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Saham emiten perbankan pelat merah ini dinilai memiliki daya tarik tinggi karena valuasinya yang kini tergolong murah, dengan rasio harga terhadap nilai buku (Price to Book Value/PBV) di level 1,44 kali. Penurunan harga ini dipandang sebagai momentum strategis bagi investor untuk masuk ke pasar modal.

Potensi Kenaikan Harga Hingga 22 Persen

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, memproyeksikan saham BBRI memiliki ruang penguatan menuju level Rp3.760 per lembar. Target ini mencerminkan potensi kenaikan sekitar 22 persen dari harga penutupan Jumat (24/4) yang berada di posisi Rp3.070.

Dalam risetnya, Nafan menjelaskan bahwa BBRI menargetkan pertumbuhan kredit moderat di kisaran 7 hingga 9 persen sepanjang tahun 2026. Strategi ini akan didukung oleh optimalisasi Holding Ultra Mikro melalui sinergi bersama Pegadaian dan PNM.

“Likuiditas dan permodalan masih sehat. Rasio permodalan (CAR) serta struktur pendanaan yang memadai memberikan bantalan kuat terhadap risiko kredit dan likuiditas,” ungkap Nafan dalam laporan resminya.

Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah BRI

Selain aspek fundamental yang kokoh, daya tarik utama BBRI terletak pada kebijakan distribusinya. BRI dijadwalkan membagikan dividen jumbo senilai Rp52,10 triliun, atau setara dengan 92 persen dari total laba bersih tahun buku 2025.

Pembayaran ini tercatat sebagai nilai dividen terbesar dalam sejarah perusahaan, baik dari sisi nominal maupun persentase pembayaran (payout ratio). Hal ini menjadi bukti nyata komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Strategi Cicil Beli di Tengah Fluktuasi

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, sepakat bahwa saat ini adalah momen tepat bagi investor untuk melirik BBRI. Namun, ia menyarankan pendekatan yang lebih hati-hati di tengah dinamika pasar global.

  • Strategi Investasi: Disarankan melakukan cicil beli atau beli bertahap untuk memitigasi risiko volatilitas harga.
  • Fokus UMKM: Sektor UMKM yang mendominasi 45 persen portofolio kredit menjadi mesin utama margin bunga bersih (NIM) perusahaan di level 7,4-7,8 persen.
  • Transformasi Digital: Dampak positif dari inovasi teknologi perusahaan diprediksi mulai terlihat signifikan pada semester II-2026.

Meski secara teknikal saham BBRI masih menunjukkan sinyal tren menurun dengan level dukungan (support) kuat di area 3.600, penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan kepatuhan terhadap regulasi OJK diyakini akan menjaga kepercayaan pasar tetap stabil. (portalmadura.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses