oleh

Begini Cara Abu Bakar Ash-Shiddiq Berantas Korupsi

PortalMadura.Com – Berbicara soal korupsi, rasanya sudah bukan sesuatu yang baru lagi didengar oleh telinga. Bahkan, perbuatan tercela ini sudah seperti hal yang biasa dan banyak oknum tertentu yang melakukannya untuk kepentingan pribadi.

Walaupun sudah diketahui bisa merugikan banyak orang dan hukuman yang diterima cukup berat, namun karena tergiur dengan harta yang akan didapatkan dari hasil korupsi mereka tetap melakukannya. Menyikapi hal itu, tentu butuh suatu cara ampuh agar korupsi dapat segera diberantas.

Loading...

Tidak hanya sekarang, ternyata di zaman sahabat yakni Abu Bakar ash-Shiddiq, cara pemberantasan korupsi ini sudah pernah dilakukan. Bahkan dimulai dari diri beliau sendiri yang kala itu menjadi pemimpin. Lantas bagaimanakah cara Abu Bakar memberantas korupsi?. Berikut informasi selengkapnya:

Abu Bakar ash-Shiddiq merupakan sahabat yang menjadi khalifah pertama setelah wafatnya Rasulullah. Beliau termasuk dalam orang yang pertama kali memeluk agama Islam atau lebih dikenal dengan as-sabiqun al-awwalun.

Beliau adalah sahabat yang senantiasa menemani Rasulullah semasa hidupnya, bahkan ikut bersama Rasul ketika hijrah. Salah satu jasa terbesarnya ketika menjadi khalifah ialah memerangi orang-orang yang murtad.

Semasa kepemimpinannya, beliau dikenal sebagai sosok yang lemah lembut tapi berpendirian kokoh untuk memerangi orang yang murtad. Namun ternyata Allah berkehendak lain, belum genap 36 bulan wafatnya Rasulullah, umat Islam harus kembali menerima kenyataan bahwa Abu Bakar menghadap sang Pencipta.

Namun ternyata, menjelang kematiannya beliau sempat berpesan kepada anaknya yang tidak lain merupakan istri Rasulullah yakni Ummul Mukminin ‘Aisyah. Dirinya berkata “Tolong periksa seluruh hartaku setelah aku mati. Jika ada pertambahan harta, tolong kembalikan kepada negara melalui Khalifah yang diangkat setelahku”.

Mendengar wasiat tersebut membuat Aisyah menangis, bagaimana tidak belum tuntas kesedihan ditinggal oleh suami tercinta, ia juga harus siap untuk kembali kehilangan sosok ayah yang amat disayanginya tersebut.

Namun wasiat tetaplah wasiat, tidak lama setelah selesai urusan terkait jenazah, Aisyah segera melakukan perhitungan. Ia mulai meneliti semua kekayaan ayahnya, maka didapatilah kelebihan harta dari ayahnya tersebut.

Setelah itu, Aisyah mendatangi Khalifah Umar bin Khattab dengan membawa seorang hamba sahaya dan juga seekor unta. Setelah berbincang mengenai maksud dan tujuan putri Abu Bakar tersebut mendatanginya, membuat pria yang terkenal kuat ini tak kuasa menahan air mata, ia pun menangis.

“Allah Ta’ala merahmati Abu Bakar ash-Shiddiq,” ujar Umar bin Khaththab setelah mendengar penjelasan ‘Aisyah dan menerima unta serta budak sahaya itu, “ia telah menyusahkan orang-orang setelahnya”.

“Unta ini,” terang ‘Aisyah, “digunakan untuk menyirami kebun. Sedangkan budak ini dibeli oleh Ayah, tanpa dipekerjakan. Hanya agar dia nyaman menggendong anaknya yang masih kecil”.

Itulah sepenggal kisah mengenai cara Abu Bakar ash-Siddiq memberantas korupsi. Padahal, sebagai pemimpin sekaligus saudagar cerdas tentu saja kemungkinan untuk bertambahnya harta sangatlah besar. Namun ternyata beliau mengembalikan selisih harta setelah memimpin dan sebelum menjadi pemimpin. Sungguh teladan yang amat baik bagi seluruh pimpinan di dunia ini. Wallahu A’lam. (infoyunik.com/Putri)