PortalMadura.com – Pertikaian sengit yang melibatkan dua pria paruh baya terjadi di sebuah bengkel sepeda motor di Desa Nyeloh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten sampang, madura. Insiden berdarah tersebut berujung pada aksi saling serang menggunakan senjata tajam (sajam) hingga menyebabkan kedua belah pihak mengalami luka-luka serius.
Peristiwa menegangkan ini berlangsung pada Rabu (1/7/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Dua orang yang terlibat bentrok diketahui sama-sama berusia 60 tahun dan merupakan warga Desa Banjar, Kecamatan Kedungdung, masing-masing berinisial MT (warga Dusun Dang Lanjang) dan H. MD (warga Dusun Tedunan).
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula saat kedua pria lansia ini secara tidak sengaja berpapasan di lokasi kejadian. Pertemuan tersebut mendadak memicu ketegangan hingga terjadi adu mulut atau cekcok yang hebat di antara keduanya.
Situasi semakin tidak terkendali ketika amarah memuncak. Diduga karena masing-masing pihak menyembunyikan senjata tajam, keduanya langsung terlibat duel dan saling sabet. Akibatnya, MT menderita luka robek serius pada lengan kanan serta pergelangan tangan kiri. Sementara lawannya, H. MD, mengalami luka sabetan pada bagian tangan kiri dan paha kiri. Warga yang berada di lokasi segera melarikan kedua korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Polisi Pasang Garis Pengaman dan Dalami Motif Kasus
Petugas kepolisian dari Polres Sampang bergerak cepat dengan langsung memasang garis polisi (*police line*) di area bengkel yang menjadi lokasi bentrokan untuk keperluan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Saat dikonfirmasi pada Kamis (2/7/2026), Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya insiden berdarah tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa kasus pertikaian berdarah ini kini sepenuhnya telah diambil alih oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sampang.
“Benar telah terjadi peristiwa pertengkaran yang mengakibatkan kedua pihak mengalami luka. Saat ini kasusnya sudah ditangani Satreskrim Polres Sampang dan penyidik masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif serta rangkaian kejadian secara menyeluruh,” terang AKP Eko Puji Waluyo.
AKP Eko menambahkan, saat ini tim penyidik masih fokus mengumpulkan berbagai barang bukti di lapangan serta memeriksa keterangan dari sejumlah saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum bisa membeberkan pemicu utama duel tersebut karena motif kasus masih dalam proses pendalaman intensif.
Mengantisipasi adanya aksi balasan, pihak Polres Sampang mengimbau kepada pihak keluarga kedua belah pihak serta masyarakat luas untuk tetap tenang. Polisi meminta masyarakat agar menyerahkan sepenuhnya perkara ini kepada aparat penegak hukum dan menghindari segala bentuk tindakan kekerasan fisik yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.





