portalmadura.com — Peristiwa berdarah kembali mengguncang Madura. Aksi perkelahian sengit menggunakan senjata tajam atau dikenal dengan tradisi carok melibatkan dua orang melawan satu orang terjadi di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Selasa (28/7/2026).
Tragedi ini memicu keprihatinan publik lantaran tiga orang yang terlibat mengalami luka sabetan senjata tajam yang cukup parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Ketiga korban yang kini menjalani perawatan medis ketat tersebut teridentifikasi berinisial S (60), HR (51), dan H.
Dipicu Kecelakaan Kecil dan Dendam Asmara
Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak kepolisian, perselisihan berawal dari insiden sepele di jalan raya Desa Masaran. Saat itu, S yang sedang mengendarai sepeda motor berpapasan dengan HR yang sedang berboncengan dengan temannya. Kendaraan HR diduga menyenggol motor S hingga memicu adu mulut sengit di lokasi.
Meski sempat dilerai oleh teman HR, perselisihan nyatanya tidak berhenti di situ. HR yang tersulut emosi memilih pulang dan mengadukan kejadian tersebut kepada anggota keluarganya, H. Rasa tidak terima memicu H dan HR untuk mencari keberadaan S.
Menurut penuturan seorang warga setempat, Moh. Hasan, insiden adu mulut di jalan tersebut diduga kuat hanya menjadi pemantik dari konflik lama yang melatarbelakanginya. Ada motif sakit hati terkait perselisihan asmara di antara mereka.
“Penyebab carok karena ada pergesekan kedua motor hingga adu mulut. Namun, beredar dugaan HR tidak menyetujui hubungan asmara antara S dengan ibu kandungnya, sehingga masalah kecil di jalan langsung membesar,” ungkap Hasan.
Dua vs Satu di Bengkel Motor
Puncak ketegangan terjadi ketika HR dan H menemukan S yang sedang berada sendirian di sebuah bengkel sepeda motor. Tanpa piker panjang, HR dan H langsung mendatangi dan menyerang S menggunakan senjata tajam.
Perkelahian tidak seimbang tersebut berlangsung sengit. S mencoba mempertahankan diri hingga ketiganya saling melukai. Akibat duel berdarah ini, ketiga pelaku sekaligus korban mengalami luka berat di sejumlah titik krusial, seperti paha, tangan, hingga bagian belakang kepala.
Dua korban saat ini dirawat di fasilitas kesehatan yang sama, sedangkan satu korban lainnya mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit terdekat yang berbeda.
Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif
Satreskrim Polres Sampang kini telah turun tangan untuk menangani kasus ini. Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan bukti, memeriksa saksi-saksi, serta mendalami kronologi pasti dan motif utama di balik aksi penganiayaan bersama tersebut.
Hingga saat ini, polisi masih menjaga ketat situasi di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi potensi konflik susulan antar keluarga.




