JAKARTA, portalmadura.com — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Bung Karno dan PDI Perjuangan (PDIP). Guruh Soekarnoputra, yang juga adik kandung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, meninggal dunia pada Sabtu dini hari (26/9/2026) pukul 07:38 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Selatan.
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum yang dikenal sebagai seniman multitalenta sekaligus tokoh pejuang partai yang konsisten memegang teguh ajaran Marhaenisme.
“Keluarga besar PDI Perjuangan sungguh kehilangan Mas Guruh Soekarnoputra. Beliau dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, dan Pejuang Partai. Kita berikan penghormatan terbaik bagi Almarhum dengan Protokol Partai,” ujar Hasto Kristiyanto dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Sebagai bentuk penghormatan terakhir dan belasungkawa mendalam atas wafatnya putra bungsu Presiden Republik Indonesia pertama tersebut, pimpinan pusat partai langsung mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh struktur organisasi.
Hasto meminta kepada seluruh jajaran pengurus mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Pimpinan Anak Cabang (PAC), hingga tingkat ranting dan anak ranting untuk mengibarkan bendera partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut setengah tiang.
“Berkaitan dengan hal tersebut, kepada seluruh jajaran DPP, DPD, DPC, PAC, ranting, hingga anak ranting agar mengibarkan bendera PDI Perjuangan setengah tiang selama 7 hari,” tegas Hasto.
Berdasarkan informasi terkini, almarhum Guruh Soekarnoputra rencananya akan dimakamkan di tempat pemakaman yang berada di sebelah pusara ibundanya, Fatmawati, di TPU Karet Bivak, Jakarta.





