BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75%, Rupiah Justru Keok 3 Hari Beruntun Lawan Dolar AS!

Avatar of Kenzo Chandra
BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75%, Rupiah Justru Keok 3 Hari Beruntun Lawan Dolar AS!
BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75%, Rupiah Justru Keok 3 Hari Beruntun Lawan Dolar AS!

JAKARTA, portalmadura.com – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tren negatif dengan mencatat pelemahan selama tiga hari berturut-turut hingga perdagangan Kamis (18/6/2026). Penurunan ini tetap terjadi meskipun Bank Indonesia (BI) baru saja memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan mereka.

Berdasarkan data pasar spot pada Kamis (18/6/2026) sore pukul 15.53 WIB, mata uang Garuda terkoreksi sebesar Rp32 atau sekitar 0,18 persen ke level Rp17.794 per dolar AS. Walau terus tertekan dalam tiga hari terakhir, jika dihitung dalam sepekan, rupiah sebenarnya masih membukukan akumulasi penguatan tipis sebesar 0,11 persen.

Kondisi serupa juga terlihat pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI. Mata uang rupiah Jisdor ditutup melemah Rp73 atau 0,41 persen ke posisi Rp17.826 per dolar AS hari ini. Namun, dalam periode satu minggu, kurs Jisdor tercatat menguat sebesar 0,86 persen.

Langkah Bank Indonesia Naikkan BI Rate

Menanggapi situasi pasar keuangan, Bank Indonesia mengambil langkah agresif dengan kembali mendongkrak BI Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,75 persen pada Kamis (18/6/2026). Kebijakan ini menyusul kenaikan dengan besaran yang sama pada 9 Juni lalu.

Secara akumulatif, otoritas moneter tertinggi di Indonesia ini telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 100 bps dalam dua bulan terakhir, di mana posisi pada akhir April 2026 lalu masih berada di level 4,75 persen.

Manajemen Bank Indonesia menegaskan bahwa pengetatan kebijakan moneter melalui kenaikan BI Rate ini menjadi salah satu strategi utama untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu, langkah ini diambil guna mengendalikan laju inflasi domestik pasca-adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dan gas di pasar dalam negeri.

Mayoritas Mata Uang Asia Ikut Tertekan

Pelemahan nilai tukar nyatanya tidak hanya dialami oleh Indonesia. Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau kompak tunduk di hadapan the greenback (dolar AS). Won Korea Selatan memimpin kejatuhan dengan koreksi tajam hingga 1,37 persen dalam sehari, disusul oleh Ringgit Malaysia yang melemah sebesar 1,17 persen.

Mata uang regional lainnya juga ikut memerah, antara lain Peso Filipina turun 0,32 persen, Baht Thailand melorot 0,23 persen, dan Dolar Singapura melemah 0,10 persen. Selanjutnya, Yuan China, Yen Jepang, Dolar Taiwan, serta Dolar Hong Kong kompak melemah tipis di bawah 0,1 persen. Di sisi lain, hanya Rupee India yang sukses berbalik menguat sebesar 0,2 persen terhadap dolar AS.

Keperkasaan dolar AS didorong oleh pergerakan indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar the greenback terhadap mata uang utama dunia. Indeks dolar terus merangkak naik dalam dua hari terakhir dan kokoh bertahan di atas level 100. Pada sore hari ini, indeks tersebut kembali menguat sebesar 0,37 persen menuju posisi 100,46.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses