oleh

BISMA, Jokowi-JK Diyakini Bakal Mampu Memperbaiki Nasib Petani

PortalMadura.Com, Jakarta – Sebagai negeri khatulistiwa yang mengalami dua musim dalam satu tahun, Indonesia sebenarnya mampu menghasilkan bahan makanan sepanjang tahun.

Kenyataannya, kondisi yang demikian belum bisa terwujud. Berbagai masalah masih melingkupi sektor pangan. Diantaranya adalah rendahnya kemampuan pemerintah dalam menopang produksi bahan pangan utama, sehingga rentan terhadap sedikit saja goncangan pada persediaan.

Bahan pangan yang dianggap stoknya aman yaitu beras, masih sering terpaksa diimpor. Kondisi rawan juga dialami pangan utama yang lain yaitu gula, terigu, kedelai, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Hal ini terungkap dalam putaran diskusi Barisan Intelektual Muslim Nusantara (BISMA), di Jogjakarta. Diskusi juga mengupas beberapa masalah lain, seperti ; teknologi produksi dengan perkembangan yang lambat; konversi lahan produksi pertanian menjadi lahan lain non pertanian yang menyebabkan penurunan hasil panen; infrastruktur pertanian dalam bentuk bangunan irigasi banyak terabaikan; serta lemahnya industria penyokong ketahanan pangan, terutama sekali industria perbenihan dan pupuk.

“Semuanya berujung kepada masih rendahnya tingkat kesejahteraan petani yang jumlahnya lebih dari 40 juta orang. Ditambah dengan kemiskinan yang masih diderita oleh 5 juta orang buruh tani. Semua upaya perbaikan masalah pangan ini dan sector pertanian pada umumnya, pertama-tama harus berorientasi kepada perbaikan nasib petani,” kata Dr. Rofandi Hartanto, moderator diskusi.

Dr. Rofandi, peneliti dan ahli teknologi pertanian, menambahkan, ”Perencanaan produksi yang baik perlu dikombinasikan dengan berbagai kebijakan ekonomi dan moneter serta perdagangan luar negeri akan mampu mengoptimalkan dua arah yang seolah berlawanan. Kemandirian petani dengan meningkatkan pendapatan riil petani di satusisi dan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi seluruh rakyat di sisilain. Bisa dikatakan bahwa ide-ide besar dalam diskusi mengerucut pada gagasan pokok, pertanian untuk rakyat”.

Hasil lengkap putaran diskusi dari berbagai kota ini akan diserahkan kepada pasangan Jokowi-JK. “Kami percaya bahwa pemerintahan Jokowi-JK akan mampu memperbaiki kondisi pangan negeri ini. Secara bertahap, ketahanan pangan akan dapat dicapai. Dan pada giliran berikutnya akan terwujud kedaulatan pangan. Dalam semua proses itu, kesejahteraan petani akan dapat meningkat secara signifikan dan terus menerus” kata Dr. Suryadi Nomi, koordinator nasional putaran diskusi BISMA, Minggu (15/6/2014).

Putaran diskusi masih akan berlangsung beberapa kali di berbagai kota. BISMA merupakan komunitas diinisiasi dan digerakkan terutama oleh mantan aktivis mahasiswa tahun 1990-an dari berbagai kota, khususnya yang berasal dari gerakan mahasiswa Islam seperti HMI MPO.(rls/htn)



Komentar