Bitcoin Tiarap ke Rp1,35 Miliar, Gejolak Inflasi AS dan Ketegangan Global Guncang Pasar Kripto

Avatar of PortalMadura.com
Bitcoin Tiarap ke Rp1,35 Miliar, Gejolak Inflasi AS dan Ketegangan Global Guncang Pasar Kripto
Bitcoin Tiarap ke Rp1,35 Miliar, Gejolak Inflasi AS dan Ketegangan Global Guncang Pasar Kripto

portalmadura.com – Pasar aset kripto kembali dilanda gelombang volatilitas tinggi pada perdagangan awal pekan ini. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC), terpaksa tiarap dan bergerak fluktuatif di bawah zona psikologis utamanya akibat tekanan bertubi-tubi dari sentimen makroekonomi global.

Berdasarkan data terkini pada Senin (18/5/2026), Bitcoin diperdagangkan di kisaran level 77.000 dollar AS, atau setara dengan Rp1,35 miliar per keping. Pergerakan ini mencerminkan adanya penurunan sekitar 1,10 persen dalam waktu 24 jam terakhir, sekaligus mematahkan momentum reli yang sempat terbang ke area 82.000 dollar AS pada pekan lalu.


Pemicu Utama Kemerosotan Harga Bitcoin

Kemunduran performa mata uang digital nomor satu ini tidak lepas dari kombinasi sentimen negatif di panggung ekonomi global. Lonjakan angka inflasi Consumer Price Index (CPI) di Amerika Serikat untuk bulan April yang meroket hingga 3,8 persen—tertinggi dalam tiga tahun terakhir—menjadi pemantik utama kepanikan para pelaku pasar.

Kondisi keuangan global kian diperparah oleh melonjaknya yield US Treasury tenor 10 tahun yang menembus angka 4,55 persen. Situasi inflasi yang panas dan imbal hasil obligasi yang tinggi ini memaksa para investor institusi untuk melakukan aksi lindung nilai dan de-risking massal secara masif.

Selain faktor indikator ekonomi konvensional, ketegangan geopolitik yang kembali memanas di Timur Tengah turut andil dalam menekan selera risiko para trader terhadap instrumen investasi high-risk seperti aset kripto.


Paus Institusional Tarik Dana Massal

Laporan dari pasar finansial mengonfirmasi bahwa kepanikan makro ini memicu gelombang penarikan dana (outflow) yang cukup fantastis pada produk investasi ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat. Rangkaian kemenangan arus kas masuk (inflow) yang sempat bertahan selama enam minggu berturut-turut resmi terhenti.

Tercatat, produk ETF Bitcoin Spot AS membukukan rekor net outflow mingguan sebesar 1,00 miliar dollar AS per 15 Mei lalu. Bahkan, produk reksa dana kripto kelolaan BlackRock (IBIT) turut mengalami hantaman keras setelah para investor ‘paus’ menarik modal mereka senilai 317,1 juta dollar AS dalam periode satu pekan.


Dominasi Pasar dan Nasib Altcoin

Kendati harganya terus tertekan, posisi Bitcoin dalam peta industri kripto justru kian kokoh. Dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) kini melebar ke level 60,80 persen, sementara total kapitalisasi pasar kripto global secara keseluruhan menyusut ke angka 2,54 triliun dollar AS.

Ketika Bitcoin mengalami koreksi, pasar mata uang digital alternatif (altcoin) justru menderita hantaman yang jauh lebih telak. Beberapa aset digital papan atas seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan Cardano (ADA) dilaporkan tiarap dan tergerus hingga rata-rata 10 persen lebih rendah dibandingkan posisi mereka pada pekan sebelumnya.

Catatan Redaksi: Para analis teknikal kini memantau ketat area support kritis Bitcoin di kisaran 76.000 hingga 77.000 dollar AS. Kegagalan mempertahankan wilayah pertahanan ini dinilai berpotensi membuka ruang koreksi yang jauh lebih dalam dalam beberapa hari ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses