oleh

Bulan Juni, Sumenep Mengalami Inflasi 0,38 Persen

PortalMadura.Com, Sumenep – Pada bulan Juni 2015, Sumenep, Madura, Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,38 persen, Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,45 persen dan Nasional juga mengalami inflasi sebesar 0,54 persen.

“Dari 8 Kota di Jawa Timur, semua mengalami inflasi, Sumenep masuk tertinggi ketiga setelah Kota Probolinggo 0,44 persen dan tertinggi Surabaya sebesar 0,54 persen,” kata Suparno, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Senin (6/7/2015).

Ia memaparkan, dari 7 kelompok pengeluaran, 6 kelompok mengalami inflasi dan satu kelompok terjadi deflasi. Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi itu kelompok bahan makanan sebesar 0,86 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,49 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,09 persen, kelompok sandang sebesar 0,80 persen, kelompok kesehatan 0,03 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen.

“Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami deflasi sebesar 0,07 persen,” ujarnya.

Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap terjadinya inflasi adalah pisang, beras, telor ayam ras, daging ayam kampung, daging ayam ras, nasi dengan lauk, cumi-cumi, rempela hati ayam, gula pasir dan upah pembantu rumah tangga.

“Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah bawang merah, udang basah, tomat sayur, sawi hijau, tongkol/ambu-ambu, cabai merah, bandeng, teri dan kacang tanah,” bebernya.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Juni 2015) Sumenep sebesar 0,37 persen, Jawa Timur 1,23 persen, dan Nasional 0,96 persen.

“Tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2015-Juni 2014) Sumenep sebesar 6,49 persen, Jawa Timur 6,78 persen, Nasional 7,26 persen,” tukasnya. (arifin/choir)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.