oleh

Bunda, Ini 7 Ciri Masa Subur pada Wanita

PortalMadura.Com – Masa subur menjadi waktu yang ditunggu pasangan suami istri yang sedang melakukan program hamil. Mengapa demikian? Karena di waktu ini peluang untuk hamil lebih besar.

Lantas bagaimana cara tahu masa subur? Selain dengan metode kalender, ternyata ada cara mudah lainnya yaitu mengenali ciri-ciri khusus pada perempuan. Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman popmama.com, berikut beberapa ciri masa subur pada perempuan.

Suhu Tubuh Mengalami Perubahan

Saat sedang masa subur, suhu basal tubuh perempuan alias suhu saat tubuh istirahat akan mengalami perubahan. Suhu ini biasanya diukur pada saat baru bangun tidur.

Mendekati masa subur, suhu tubuh biasanya akan sedikit mengalami penurunan. Kemudian akan kembali naik setelah masa subur berakhir.

Misalnya, mendekati masa subur suhu tubuh akan berkisar antara 36,1 sampai 36,4 derajat Celcius. Nantinya angka ini akan mengalami peningkatan antara 0,5 sampai 1 derajat Celcius alias antara 36,5 sampai 37,4 derajat Celcius.

Agar kenaikan suhu tubuh rata-rata bisa terdeteksi, jangan lupa mengukur dan mencatat perubahan suhu tubuh Anda di waktu ini secara teratur setiap bulannya, ya.

Gairah Bercinta Mengalami Peningkatan

Jika biasanya gairah bercinta Anda biasa-biasa saja, maka pada waktu mendekati masa subur kondisi ini akan mengalami perubahan. Gairah dan dorongan untuk melakukan hubungan intim akan meningkat.

Dalam kondisi ini, tanpa disadari Anda akan merasa lebih ingin melakukan hubungan intim daripada biasanya.

Tidak perlu khawatir, ya. Ini merupakan respons alami yang menandakan bahwa tubuh sedang siap untuk bereproduksi.

Muncul Cairan dari Vagina

Pada masa subur, perhatikan juga akan adanya cairan bening dan transparan dari vagina. Tekstur cairan ini umumnya sedikit lengket, mirip seperti putih telur.

Berbeda dengan keputihan yang biasanya diiringi dengan muncul rasa gatal dan tidak nyaman, maka Anda tidak akan mengalaminya dengan cairan ini. Keluarnya hampir tidak bisa diprediksi dan hampir tidak menimbulkan rasa gatal.

Cairan ini memiliki fungsi untuk membantu mempermudah sperma untuk bergerak dan masuk menuju sel telur. Saat cairan ini sudah mulai muncul, inilah tandanya Anda sedang berada dalam masa subur dan tubuh siap untuk melakukan proses pembuahan.

Keluar Bercak Berwarna Cokelat Kemerahan

Sebagian perempuan akan mengalami munculnya bercak berwarna cokelat kemerahan selama masa subur. Kondisi ini juga normal dan tidak perlu dikhawatirkan berlebihan.

Ini terjadi karena folikel yang mengelilingi dan melindungi sel telur terlepas dan menimbulkan sejumlah kecil perdarahan.

Meskipun bisa dikatakan aman, namun apabila bercak terus-menerus muncul dan diiringi dengan gejala lain seperti nyeri perut yang berlebihan dan demam, segera cek ke dokter untuk menentukan apakah mungkin hal ini terjadi karena ada infeksi.

Nyeri Panggul atau Perut Bagian Bawah

Proses pelepasan sel telur seringkali juga menimbulkan rasa nyeri ringan di bagian panggul atau perut bagian bawah. Rasa nyeri ini dapat berlangsung antara beberapa menit hingga hitungan jam.

Rasa nyeri juga bisa dibarengi dengan mual atau rasa tidak nyaman di bagian perut. Tapi tidak perlu langsung terburu-buru minum obat antinyeri ya. Nantinya rasa nyeri ringan ini akan hilang dengan sendirinya, kok. Ringankan rasa nyeri dengan beristirahat cukup, minum minuman hangat, dan makan secukupnya.

Namun demikian, jika nyeri tetap terus terjadi dan bahkan terasa semakin berat, cek ke dokter untuk memeriksa apakah ini mungkin terjadi karena sebab yang lain. Misalnya seperti endometriosis atau kista ovarium.

Jika perlu, pantau dan catat gejala ovulasi Anda setiap bulan untuk mengetahui seperti apa tanda-tanda masa subur yang normal bagi tubuh. Dengan begitu, saat nantinya terjadi sesuatu yang terasa berbeda, Anda bisa segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Nyeri Payudara

Perhatikan sensitivitas di area payudara dan puting susu. Masa subur dapat membuat area tersebut menjadi lebih lunak, sensitif dan mudah merasa nyeri.

Semua ini disebabkan oleh adanya aliran hormon yang masuk ke dalam tubuh sebelum dan setelah masa subur. Kondisi ini seringkali membuat area payudara menjadi lebih mudah nyeri saat disentuh.

Perubahan pada Serviks

Selama masa subur, serviks di tubuh Anda kemungkinan akan menjadi lebih lembut, sensitif, dan juga menjadi lebih terbuka. Pada sebagian perempuan, kondisi ini bisa membuat hubungan intim terasa lebih sakit.

Ini karena vagina mengeluarkan lebih banyak pelumas akibat proses sekresi yang terjadi. Jangan ragu untuk membicarakan hal ini juga dengan pasangan agar lebih berhati-hati saat melakukan hubungan intim.

Coba perhatikan lagi, apakah ciri-ciri ini juga sering Anda alami juga setiap bulannya? Jika ya, jangan lupa tandai dan kenali agar Anda bisa lebih mudah mengetahui ciri-ciri masa subur perempuan, ya.

Tetap semangat para pejuang dua garis biru!

Rewriter : Desy Wulandari
Sumber : Popmama.Com
Tirto.ID
Loading...

Komentar