oleh

Bupati Sumenep Terbang 20 Menit (Bagian 4 habis)

KELANTAN, MALAYSIA (PortalMadura) – Usai melakukan penandatangan atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dengan pihak Trans Asia Pacific Flight Training (APFT) Malaysia, dalam rangka membuka sekolah penerbangan yang akan menggunakan Bandara Trunojoyo, Bupati Sumenep A Busyro Karim mencoba terbang menggunakan pesawat yang biasa digunakan oleh para calon pilot perusahaan tersebut.

Nurfitriana, istri bupati yang mendampingi selama kunjungan mengaku sempat terbang dengan menggunakan pesawat kecil yang isinya empat orang dengan pilot. “Hanya 20 menit. Saya sempat mengabadikan Patung Budha,” kata Fitri, sapaan akrap Nurfitriana melalui Blackberry Messenger diterima PortalMadura, Selasa (21/1/2014).

Kerjasama yang dibangun dengan Trans Asia Pacific Flight Training (APFT) Malaysia diharapkan Bandara Trunojoyo cepat menjadi bandara komersil seperti yang diharapkan masyarakat Sumenep pada khususnya, dan masyarakat Madura pada umumnya.

Bupati optimis, dengan adanya sekolah pendidikan penerbangan yang jauh lebih besar bila dibanding dengan yang sudah berjalanan selama ini, anemo dari perusahaan yang melayani penerbangan komersil akan semakin meningkat.

“Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan Trans Asia Pacific Flight Training yang berkantor pusat di Kota Bharu, Malaysia, semoga mempercepat Bandara Trunojoyo menjadi bandara komersil,” tandasnya.(hms/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar