PortalMadura.com– Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) resmi menyalurkan bantuan sosial (bansos) tahap pertama tahun 2026 mulai Februari ini. Penyaluran ini menyasar sekitar 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia dengan total nilai mencapai ratusan triliun rupiah.
Bansos ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat di awal tahun sekaligus menanggulangi kemiskinan ekstrem. Terdapat empat program utama yang pencairannya berlangsung bertahap sepanjang Februari 2026.
Pertama, Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini memberikan bantuan tunai bersyarat dengan besaran berbeda sesuai kategori anggota keluarga:
– Ibu hamil/nifas: Rp750.000 per tahap
– Anak usia 0–6 tahun: Rp750.000 per tahap
– Anak SD/sederajat: Rp225.000 per tahap
– Anak SMP/sederajat: Rp375.000 per tahap
– Anak SMA/sederajat: Rp500.000 per tahap
– Lansia ≥60 tahun: Rp600.000 per tahap
– Disabilitas berat: Rp600.000 per tahap
Kedua, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Setiap KPM menerima bantuan senilai Rp200.000 per bulan yang disalurkan melalui kartu elektronik untuk dibelanjakan di e-warong. Pada pencairan kali ini, pemerintah juga menyalurkan rapelan untuk tiga bulan pertama tahun 2026, sehingga total yang diterima sebesar Rp600.000.
Ketiga, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Bantuan ini dikelola oleh pemerintah desa dan menyasar warga miskin di tingkat desa yang belum tercakup program pusat. Besarannya Rp300.000 per bulan, dan bisa dicairkan sekaligus hingga Rp900.000 untuk periode tiga bulan.
Keempat, Bantuan Beras 10 Kg. Ini merupakan intervensi khusus pemerintah yang dikelola Perum Bulog untuk memastikan ketahanan pangan keluarga kurang mampu. Bantuan ini direncanakan berlangsung selama empat bulan pertama 2026.
Menteri Sosial menegaskan bahwa data penerima bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai kondisi terkini di lapangan .
Masyarakat yang ingin memastikan status kepesertaannya dapat mengecek melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Dengan kombinasi bantuan tunai, non-tunai, dan pangan, pemerintah berharap bansos tahap I ini mampu menjadi penyangga ekonomi bagi jutaan keluarga di tengah tekanan inflasi dan biaya hidup yang terus meningkat.





