oleh

Catat, Ini 5 Efek Jika Makan Sate Kambing Berlebihan

PortalMadura.Com – Perayaan Idul Adha biasanya identik dengan berbagai olahan daging, selain sapi ada juga yang memasak sate kambing. Meskipun banyak orang yang mengatakan bahwa mengonsumsi daging merah itu tidak sehat, jika hanya sesekali makan sate tentunya bukan masalah.

Hal yang tetap perlu diperhatikan adalah banyaknya atau porsi yang Anda makan. Karena, segala sesuatu yang berlebihan pasti ada efek negatif yang ditimbulkan. Termasuk juga saat makan sate kambing atau daging yang lainnya.

Bagi yang belum tahu, mungkin rasa sakit yang diderita tampak biasa-biasa saja. Namun jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan membahayakan kesehatan Anda. Jadi, sebaiknya Anda mengetahui gejala atau tanda-tandanya sehingga bisa segera mengatasi apabila ada hal yang dirasa tidak nyaman.

Dilansir PortalMadura.Com, Selasa (13/8/2019) yang dikutip dari laman detikHealth, berikut tanda-tanda yang bisa dirasakan bahwa Anda sudah terlalu banyak menyantap daging kambing:

Sembelit

Isyarat tubuh pertama yang bisa Anda kenali yaitu mengalami sembelit saat buang air besar. Dengan kata lain, susah BAB atau sembelit bisa jadi pertanda bahwa Anda terlalu banyak makan daging kambing. Namun jangan anggap remeh, sembelit yang sampai menimbulkan pendarahan bisa mengakibatkan ambeien.

Pakar saluran cerna dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indoneisa-RS Cipto Mangunkusumo, Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, FINASIM, FACP, MMB mengatakan, dampak langsung mengonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit.

“Pada prinsipnya, daging kambing seperti daging lainnya, sulit dicerna. Sehingga, ketika dikonsumsi berlebihan, akan mengganggu konsistensi tinja, jadi lebih keras sehingga BAB jadi lebih sulit,” katanya.

Asam Lambung Naik

Tidak hanya sembelit, makan daging kambing berlebihan bisa membuat asam lambung naik dan meningkatkan risiko Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Selain memang dari daging yang memicu penyakit, bumbu-bumbu yang dimasak pun juga bisa memengaruhi pergerakan isi lambung untuk naik menuju kerongkongan. Bumbu tersebut seperti dimasak dengan banyak santan, bumbu asam dan pedas.

Baca Juga : Awas, Makan Olahan Daging dapat Menyebabkan Kesehatan Mental

Loading...

“Kalau kebetulan punya penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit di mana asam atau isi lambung balik arah ke atas, maka GERD-nya akan bertambah parah setelah mengonsumsi daging kambing berlebihan,” imbuh dr Ari.

Begah

Makan apapun dalam porsi berlebihan akan memicu perut kembung atau begah. Praktisi kesehatan, dr Helmin Agustina Silalahi mengungkapkan, makan kebanyakan bisa menimbulkan perut menjadi kembung.

Maksudnya, jika Anda mengonsumsi makanan dengan jumlah yang banyak dan berlebihan maka dapat membuat enzim dalam saluran cerna menjadi berkurang, pencernaan menjadi lambat, timbul kembung. Begitu juga dengan cara makan terburu-buru.

Jadi, saat perut Anda mulai terasa tidak nyaman atau begah maka setelah makan daging kambing, sebaiknya segeralah minum air hangat untuk meredakannya.

Selilitan

Tidak bisa dipungkiri, daging kambing memiliki tekstur yang cukup keras. Jadi saat dikonsumsi sering kali membuat gigi selilitan karena ada serat daging yang tersangkut di sela gigi. Apabila sudah menyangkut, tentu akan membuat Anda tidak nyaman dan ingin segera membersihkannya.

Kepada detikHealth beberapa waktu lalu, drg Hari Sunarto, SpPerio(K) mengatakan selilit atau serat daging yang tersangkut di sela gigi harus segera diambil atau dibersihkan. Karena, apabila dibiarkan, serat daging akan membusuk dan menjadi media yang bagus untuk tumbuhnya kuman penyebab gigi keropos atau berlubang.

Alat yang umumnya digunakan untuk membersihkan sisa serat daging yang menempel yaitu tusuk gigi. Tapi tahukah Anda jika memakai dental floss lebih disarankan bagi yang mengalaminya.

“Lebih dianjurkan menggunakan dental floss. Ini lebih mudah daripada mengorek-ngorek pakai tusuk gigi,” kata drg Hari.

Tensi Naik?

Banyak mitos beredar, kebanyakan makan daging kambing bisa menyebabkan hipertensi atau darah tinggi. Benarkah demikian? dr Tunggul Situmorang, Sp.PD-KGH, spesialis penyakit dalam menegaskan tidak ada hubungan memakan daging kambing dengan hipertensi.

“Enggak betul itu, faktor hipetensi jelas, itu adalah garam, ya metabolisme garam, ada yang memang sensitif, ada yang tidak, jadi nggak ada itu kambing,” pungkasnya.

dr Tunggul juga menambahkan, Hipertensi disebabkan oleh konsumsi garam berlebihan yang membuat metabolisme memicu hipertensi. Namun, tetap makan dengan porsi wajar dan tidak berlebihan.


Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : detik.com

Komentar