PortalMadura.com

Cerita Mistis Lawang Sewu yang Belum Anda Ketahui

  • Selasa, 14 November 2017 | 21:00
Cerita Mistis Lawang Sewu yang Belum Anda Ketahui
Ilustrasi

PortalMadura.Com – Tempat-tempat yang menyeramkan biasanya identik dengan luar negeri. Padahal, tidak semua benar adanya. Beberapa lokasi di Indonesia justru memiliki kisah yang lebih horor dari tempat lainnya. Salah satunya yaitu Lawang Sewu.

Pasalnya, tempat itu masuk dalam daftar tempat yang menyeramkan. Letaknya di dekat Bundaran Tugu Muda, tepat di jantung Kota Semarang, Jawa Tengah. Bangunan tua ini mempunyai gaya art deco, gaya hias yang lahir setelah Perang Dunia I.

Lawang Sewu juga terlihat kokoh, eksotis, dan mencolok dengan dua menara kembar menjulang. Tidak hanya itu, bangunan ini juga identik dengan jendela tinggi nan besar serta barisan pintu-pintu.

Secara harfiah, Lawang Sewu berarti ‘seribu pintu’. Meski begitu, bangunan yang didirikan sejak 1904 hingga 1907 ini tidak punya pintu sebanyak itu.

Pada mulanya, Lawang Sewu digunakan sebagai kantor jawatan kereta api milik Belanda, Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS.

Namun, bangunan ini pindah tangan setelah Jepang menguasai Tanah Air pada 1942. Sejak saat itulah, Lawang Sewu diambil alih oleh pemerintah Negeri Sakura.

Pada masa itulah, ruang bawah tanah Lawang Sewu difungsikan sebagai saluran pembuangan air. Sebagiannya lagi dijadikan sebagai penjara bawah tanah yang sarat akan penyiksaan tahanan.

Tidak hanya identik dengan lokasi penyiksaan, bangunan ini juga menjadi saksi sejarah betapa tragisnya Pertempuran Lima Hari di Semarang yang menewaskan ribuan nyawa.

Sejarah panjang bangun ini tak berhenti di situ saja, pasca-kemerdekaan RI, Lawang Sewu difungsikan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) — yang saat ini menjadi PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Gedung ini juga sempat dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Milite r (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah hingga 1994.

Selepas itu, sempat beredar isu bahwa bangunan bersejarah ini akan dijadikan hotel. Namun, hal itu tidak kunjung jadi kenyataan. Bangunan ini dibiarkan kosong hingga detik ini.

Saat ini, pesona bangunan tua itu jadi momok yang begitu menyeramkan karena sejarahnya yang begitu panjang. Warga lebih menyorot pada kasus penyiksaan dan pembantaian yang dulu pernah terjadi di Lawang Sewu.

Ditambah dengan kondisi gedung yang gelap, bocor di sana-sini dan tidak berpenghuni. Cerita kehadiran kuntilanak, genderuwo dan hal-hal menyeramkan lainnya mulai melekat pada situs ini.

Paranormal berdatangan, peserta uji nyali bermunculan. Tujuannya hanya satu, untuk merasakan kehadiran makhluk astral yang berkeliaran.

Berbagai stasiun televisi memanfaatkan setting lokasi sebagai kebutuhan layar. Beberapa film juga sempat menggunakan latar bangunan tua ini, semisal film Lawang Sewu: Dendam Kuntilanak yang dibesut di lokasi ini. (liputan6.com/Putri)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional