Chip Langka, Hambat Produksi Mobil dan Peralatan Rumah Tangga

Avatar of PortalMadura.com
Rujukan: voaindonesiaEditor: Hartono
Chip Langka Hambat Produksi Mobil dan Peralatan Rumah Tangga
CPU Komputer (ilustrasi @portalmadura.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Konsumen dan bisnis mulai merasakan kekurangan semikonduktor. Produksi mobil macet di jalur perakitan. Selain itu, mesin pencuci piring, lemari es, dan konsol game terlambat dikirim. Perang di Ukraina bisa memperburuk situasi.

Sementara keluar dari pandemi, sudah lebih dari setahun ini dunia kekurangan pasokan cip (chip) komputer. Pembuat mobil, produsen peralatan rumah tangga, pembuat konsol game, dan banyak lainnya kalang kabut mencari cip.

Kekurangan otak dari setiap piranti komputasi itu menyebabkan penundaan produksi. Sebagian lain mendesain ulang produk demi menyesuaikan dengan jenis cip yang bisa mereka dapatkan.

“Kami menggunakan semikonduktor dalam hampir setiap barang yang kalian beli. Jadi mesin cuci memberi tahu jika cucian sudah siap. Mesin pengering memberi tahu bahwa cucian sudah siap. Di oven ada sensor. Semua yang kita beli memiliki sensor yang terhubung ke internet. Jadi, kekurangan chip akan berdampak pada konsumen,” kata Kepala Eksekutif Sourcing Industry Group, Dawn Tiura, portalmadura.com, Kamis (5/5/2022) melansir voaindonesia.com.

Invasi Rusia ke Ukraina bisa memperburuk masalah pasokan cip global, kata para pakar. Baik Ukraina maupun Rusia memproduksi bahan utama yang digunakan dalam pemrosesan semikonduktor.

Lita Shon-Roy adalah CEO Techcet, perusahaan riset pasar. “Sebagian perusahaan akan mengurangi ketergantungan, sesuai persediaan, rantai pasokan, dan bagaimana mereka mengelola. Sebagian lain akan semakin bergantung. Ini akan semakin menjadi masalah sementara perang berlanjut,” tukasnya.

Bagi konsumen, harga-harga akan naik antara lain karena kekurangan komponen tersebut.

CEO Macrofab, perusahaan manufaktur elektronik di Texas, Misha Govshteyn mengatakan, “Jadi saya tidak akan terkejut jika barang elektronik yang sama yang biasa kami beli dua tahun lalu, dalam beberapa kasus kini 10 persen lebih mahal,” ujarnya.

Kekurangan itu telah membuat pemerintah Amerika dan Eropa mempertimbangkan untuk membawa pulang manufaktur cip. Tetapi itu akan memakan waktu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.