oleh

Dampak Ucapan Orang Tua pada Anak, Hati-hati!

PortalMadura.Com – Masa pertumbuhan anak menjadi momen penting bagi Orang Tua (Ortu) dalam mendidiknya. Apalagi di tiga tahun pertama kehidupan anak, seiring dengan tingkat kelucuannya itu ortu juga perlu menjaga ucapan yang dilontarkan pada anak.

Karena, setiap ucapan orang tua mempunyai peran penting dalam proses mendidik anak. Dengan kata lain, ucapan orang tua berpengaruh besar dalam membentuk kepribadian anak.

Misalnya, perkataan orang tua yang bernada negatif, akan cenderung membuatnya bersikap negatif. Sebaliknya, apabila Anda mengucapkan kalimat-kalimat yang berbau positif, tentu apa yang ditangkap oleh otak anak juga akan menjadi positif.

Jadi, ucapan adalah penentu karakter anak. Karena, ada dampak yang ditimbulkan dari ucapan itu. Tahukah Anda, dalam periode di mana 85 persen pertumbuhan otak anak, ternyata ia perlu sering mendengar ucapan orang tua.

Dilansir Haibunda.com yang dikutip dari Washington Post, ucapan orang tua mampu mendorong otak anak mengembangkan potensi optimalnya. Dalam hal ini, ucapan orang tua dianggap sebagai nutrisi penting otak anak.

Lalu apa yang terjadi jika di masa itu anak hanya sedikit mendengar ucapan orang tua?. Hal ini ternyata akan memengaruhi kesiapan mereka masuk sekolah dan kinerja akademiknya.

Tapi, hal yang perlu Anda catat adalah bukan sekadar berapa banyak kata-kata orang tua yang didengar oleh anak, melainkan kualitas dari ucapan yang Anda lontarkan.

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, ucapan Anda itu bernada positif ataukah justru negatif yang tentu tidak baik bagi tumbuh kembang anak. Selama ucapan itu sedikit tapi mendidik, maka tidak jadi masalah. Daripada banyak namun tidak ada manfaatnya bagi anak.

Loading...

Dilansir Haibunda.com yang dikutip dari Parents, sangat penting bagi orang tua menghindari ucapan negatif saat berbicara pada anak. Meski ketika anak masih balita, mereka akan memahami ucapan-ucapan negatif tersebut di kemudian hari.

Di usianya yang masih terbilang dini, mungkin anak belum bisa mengerti maksud perkataan Anda. Tapi, saat ia sudah mulai besar dan memahaminya, maka itulah yang akan ia terima dalam benak pikirannya.

Sebagai contoh, saat balita sering dipanggil dengan julukan ‘tukang pukul’, ia kemungkinan akan meyakini label tersebut sebagai bagian dari identitasnya ketika sudah memahami artinya kelak.

Baca Juga : Wahai Orang Tua, Jangan Sakiti Anak Anda dengan Ucapkan 3 Hal Ini

Seorang ibu di Florida bernama Celia Graham bercerita bahwa ia kerap memanggil anaknya pemalu ketika masih balita. Graham berpikir ketika itu sang buah hati tidak mengerti maksud ucapannya.

“Namun seiring bertambahnya usia, ia mulai mengucapkan hal yang sama tentang dirinya. Saya merasa seolah-olah telah menstigmatisasi dia,” ujar Graham.

Nah, jadi mulai sekarang perhatikan ucapan yang dilontarkan Bunda dan Ayah kepada anak. Jangan sampai anak merasa dirinya memiliki label negatif.

Anda tentu tidak mau kan jika memiliki anak sebagaimana ucapan negatif yang Anda lontarkan padanya?. Intinya, jaga setiap perkataan Anda, selama itu bernilai baik maka ucapkan, sedangkan jika tidak maka urungkan niat Anda untuk mengucapkannya. Berpikirlah dahulu sebelum Anda bertindak.


Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : haibunda.com

Komentar