JAKARTA, portalmadura.com – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tren pelemahan yang signifikan pada perdagangan pasar spot hari ini, Rabu (20/5/2026). Mata uang Garuda tertekan hingga menembus level psikologis baru yang kian mengkhawatirkan bagi perekonomian domestik.
Berdasarkan data pasar spot Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah bergerak melemah sebesar 37 poin atau setara dengan 0,21 persen ke posisi Rp17.743 per dolar AS. Padahal, pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, rupiah masih tertahan di level Rp17.706 per dolar AS.
Pelemahan ini sejalan dengan indeks dolar AS yang terus merangkak naik tipis sekitar 0,05 persen menuju level 99.378. Tekanan ganda dari ketidakpastian geopolitik global dan bayang-bayang inflasi tinggi di AS yang dipicu lonjakan harga minyak dunia, menjadi faktor utama yang membuat investor cenderung mengalihkan aset mereka ke mata uang safe haven.
Langkah Strategis Bank Indonesia
Menyikapi keterpurukan nilai tukar yang terus berlanjut, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi yang aman. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk melakukan intervensi secara terukur di pasar valuta asing.
Cadangan devisa Indonesia saat ini dilaporkan tetap berada di atas standar Assessing Reserve Adequacy (ARA) yang dipatok oleh Dana Moneter Internasional (IMF).
“Kami pastikan cadangan devisa lebih dari cukup. Karena itu, dosis intervensi di pasar valas akan kami naikkan demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers daring.
Selain melakukan intervensi langsung di pasar pasokan valas, BI juga menaikkan tingkat imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) ke posisi 6,41 persen. Langkah agresif ini diambil sebagai stimulus untuk menarik kembali aliran modal asing (capital inflow) masuk ke pasar keuangan dalam negeri.
Kondisi Kurs Transaksi di Sejumlah Bank Nasional
Dampak dari melemahnya rupiah di pasar spot langsung direspons oleh perbankan nasional. Berdasarkan pantauan redaksi, sejumlah bank besar di Indonesia mulai mematok harga jual dolar AS mendekati angka Rp17.800.
Berikut adalah rincian kurs jual dan beli dolar AS di beberapa bank nasional pada hari ini:
- Bank Central Asia (BCA): Harga beli Rp17.590 | Harga jual Rp17.790
- Bank Mandiri: Harga beli Rp17.500 | Harga jual Rp17.800
- Bank Negara Indonesia (BNI): Harga beli Rp17.703 | Harga jual Rp17.733
- Bank Rakyat Indonesia (BRI): Harga beli Rp17.703 | Harga jual Rp17.730
Pelaku pasar kini tengah bersiap dan bersikap waspada menunggu pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Keputusan BI mengenai apakah akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75 persen atau menaikkannya menjadi 5,00 persen diprediksi akan menjadi penentu utama arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.





