oleh

DPRD Pamekasan Prihatin GTT Tak Terima Insentif Setahun

PortalMadura.Com, Pamekasan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengaku prihatin adanya fenomena tidak mengenakkan yang dialami Guru Tidak Tetap (GTT) kategori 2 untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Ismail menegaskan, pemerintah harus memerhatikan nasib para guru yang memiliki tugas mulia mencerdaskan anak bangsa, tetapi justru kesejahteraannya diabaikan. Padahal mereka juga menanggung nafkah istri dan anak.

“Tetapi yang pasti kami tidak bisa menganggarkan karena bukan tanggung jawab pemkab lagi. Nanti kalau kami menganggarkan, khawatir terjadi double budgeting yang akan bermasalah di kemudian hari,” ungkapnya, Selasa (26/12/2017).

Politisi Partai Demokrat ini melanjutkan, pemprov harus mengambil langkah kongkrit berkenaan dengan masalah tersebut, karena ini berkenaan dengan hajat hidup manusia. Apalagi tugas mulia yang diemban oleh para guru akan menjadi penentu baik buruknya penerus bangsa di masa yang akan datang.

Baca: Setahun, GTT SMA di Pamekasan Tak Terima Insentif

Sebelumnya, GTT SMA dan yang sederajat di Kabupaten Pamekasan tidak menerima insentif selama tahun 2017. Itu terjadi sejak pengelolaan SMA diambil alih pemprov Jawa Timur di tahun 2017. Berbeda ketika SMA berada di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, mereka menerima insentif sebesar Rp 600 ribu perbulan. (Marzukiy/har)



Dapatkan Aplikasi PortalMadura.com

aplikasi portal madura