oleh

DPRD Pamekasan Sarankan Eksekutif Punya Target Untuk Selesaikan RTLH

PortalMadura.Com, Pamekasan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, meminta agar pemerintah daerah memiliki target khusus menyelesaikan persoalan bantuan bedah rumah untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan, Ismail mengungkapkan, bantuan RTLH setiap tahunnya dari pemerintah pusat tidak sebanding dengan kondisi di masyarakat. Misalnya tahun 2019 Pamekasan hanya mendapat bantuan 150 unit RTLH, sementara realitas di lapangan jumlahnya cukup banyak.

“Eksekutif harus memiliki target untuk persoalan RTLH ini agar segera tuntas. Karena persoalan hunian ini merupakan hal yang harus diseriusi penyelesaiannya,” katanya, Kamis (5/12/2019).

Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, pemerintah daerah harus memiliki skala prioritas dan data valid agar realisasi bantuan benar-benar tepat sasaran. Selain itu, pemkab tidak boleh hanya bergantung kepada pemerintah pusat apabila persoalan ini ingin segera teratasi.

Loading...

“Memang harus ada skala prioritas dan eksekutif memiliki kriteria RTLH yang menjadi prioritas dan tidak, ini sangat penting. Jika tahun 2020 kembali mendapat 150 unit dari pemerintah pusat, kalau tidak ada target kapan selesainya,” tandasnya.

Misalnya, lanjut Ismail, tahun 2020 target bantuan bedah RTLH sebanyak seribu unit, maka Pemkab akan memiliki pandangan tahun berapa persoalan tersebut akan selesai.

Baca Juga : Ukuran Kios Terlalu Kecil, Pedagang Pasar Palengaan Wadul Dewan

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Pamekasan, Muharram menyampaikan, pihaknya terus melakukan pendataan dan validasi RTLH. Tidak hanya, itu, pemkab juga menyediakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menyelesaikan persoalan sosial ini.

“Tahun 2020 ada sekitar 300 sampai 400 RTLH dari APBD, anggarannya Rp 17 juta per unit,” jawab dia.

Penulis : Marzukiy
Editor : Putri Kuzaifah
Berita PortalMadura
Loading...

Komentar