Bola  

Drama 5 Menit Akhir! Gol Pavlovic & Leao Bawa AC Milan Tundukkan Cremonese 2-0

Avatar of PortalMadura.com
Drama 5 Menit Akhir! Gol Pavlovic & Leao Bawa AC Milan Tundukkan Cremonese 2-0
Drama 5 Menit Akhir! Gol Pavlovic & Leao Bawa AC Milan Tundukkan Cremonese 2-0

PortalMadura.com – AC Milan meraih kemenangan dramatis di pekan ke-27 Serie A 2025/2026. Rossoneri mengalahkan Cremonese dengan skor 2-0 di Stadio Giovanni Zini, Minggu (1/3/2026) malam WIB. Dua gol yang tercipta di lima menit terakhir pertandingan lewat sundulan Strahinja Pavlovic dan finishing Rafael Leao memastikan tiga poin penting bagi tim tamu.

Kemenangan ini menjadi suntikan moral krusial bagi Milan dalam perburuan gelar Serie A, setelah sebelumnya mengalami hasil yang kurang konsisten dalam beberapa laga terakhir.

Babak Pertama: Dominasi Milan Tanpa Gol

Sejak peluit awal, AC Milan tampil agresif dengan mengandalkan kecepatan Rafael Leao dan Christian Pulisic di sayap. Luka Modric berperan penting mengatur ritme permainan dari lini tengah.

Peluang emas pertama datang pada menit ke-34. Umpan terobosan Youssouf Fofana membebaskan Leao dalam situasi satu lawan satu dengan kiper Emil Audero. Namun, penyelesaian winger asal Portugal itu melebar tipis dari tiang gawang.

Cremonese tidak tinggal diam. Duo penyerang Jamie Vardy dan Federico Bonazzoli beberapa kali menguji ketenangan Mike Maignan di bawah mistar. Hingga jeda istirahat, skor tetap 0-0 meski Milan unggul dalam statistik expected goals (1,07 berbanding 0,53).

Babak Kedua: Cremonese Menekan, Milan Tahan Ujian

Memasuki 45 menit kedua, Cremonese justru tampil lebih dominan. Tuan rumah menguasai penguasaan bola dan menciptakan peluang berbahaya melalui skema bola mati.

Momen paling kritis terjadi pada menit ke-81. Sundulan keras Sebastiano Luperto memaksa Mike Maignan melakukan penyelamatan refleks spektakuler. Jika bola itu masuk, jalannya pertandingan bisa berubah total.

Merespons tekanan, pelatih Massimiliano Allegri mengambil langkah taktis dengan memasukkan Christopher Nkunku dan Niclas Füllkrug. Keputusan ini terbukti menjadi kunci kemenangan Milan.

Menit 89: Pavlovic Pecah Kebuntuan

Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Milan mendapatkan sepak pojok pendek. Skema yang dimulai Luka Modric dan dikombinasikan dengan Koni De Winter berakhir dengan umpan silang ke kotak penalti.

Strahinja Pavlovic muncul tanpa kawalan dan menanduk bola dengan presisi ke tiang jauh. Kiper Emil Audero tak mampu menjangkaunya. Gol 1-0 itu langsung mengubah atmosfer stadion dari optimisme tuan rumah menjadi ketegangan luar biasa.

90+4: Leao Tebus Kesalahan, Segel Kemenangan

Cremonese mencoba bangkit di masa tambahan waktu. Namun, Milan justru menghukum lewat serangan balik cepat. Christopher Nkunku, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, mengirim umpan matang kepada Rafael Leao.

Kali ini, sang penyerang tidak menyia-nyiakan kesempatan. Sepakan kaki kanannya menghujam gawang Cremonese untuk memastikan kemenangan 2-0. Gol ini sekaligus menebus kegagalannya di babak pertama dan menegaskan status Leao sebagai pemain penentu di momen krusial.

Fakta Menarik Pertandingan

  • Sejarah Berulang: Milan akhirnya mencetak gol tandang ke gawang Cremonese untuk pertama kalinya sejak 1993.
  • Ending Penantian: Ini merupakan kemenangan pertama Rossoneri atas Cremonese sejak 1996.
  • Lima Menit Penentu: Kedua gol tercipta dalam rentang lima menit terakhir pertandingan (menit 89 dan 90+4).
  • Dampak Substitusi: Christopher Nkunku langsung mencatatkan assist hanya beberapa menit setelah masuk menggantikan pemain lain.
  • Penyelamatan Emas: Mike Maignan menjadi kunci dengan penyelamatan refleks penting di menit ke-81.

Dampak bagi Peta Klasemen Serie A

Tiga poin ini menjaga asa AC Milan dalam persaingan ketat di papan atas Serie A. Setelah melewati periode inkonsisten, kemenangan dramatis seperti ini bisa menjadi momentum kebangkitan Rossoneri di paruh kedua musim.

Di sisi lain, Cremonese harus menelan kekecewaan pahit. Performa disiplin yang mereka tunjukkan selama hampir 90 menit sirna akibat dua momen krusial di penghujung laga yang mengubah hasil akhir.

Kesimpulan

Pertandingan di Stadio Giovanni Zini menjadi gambaran klasik Serie A: ketat, penuh strategi taktik, dan ditentukan oleh detail kecil di momen penentu.

AC Milan mungkin tidak mendominasi sepanjang 90 menit, tetapi kualitas individu dan efektivitas di momen kritis menjadi pembeda utama. Di hadapan pendukung Cremonese, Rossoneri membuktikan satu hal penting — mereka belum menyerah dalam perburuan gelar juara Serie A musim ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses