PortalMadura.com – Pertandingan sengit dalam ajang Championship antara Persela Lamongan melawan PS Barito Putera berakhir tanpa pemenang. Drama luar biasa terjadi di masa injury time yang memaksa kedua tim harus puas berbagi angka dengan skor imbang 1-1.
Laga yang berlangsung dengan tensi tinggi ini awalnya diprediksi akan berakhir tanpa gol. Namun, kedisiplinan pertahanan kedua kesebelasan runtuh di menit-menit akhir babak kedua, di mana dua gol tercipta melalui skema yang dramatis di bawah guyuran atmosfer stadion yang panas.
Hujan Kartu dan Duel Fisik di Lini Tengah
Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka. Perebutan bola di lini tengah menjadi sangat intens, memaksa wasit bekerja ekstra keras mengeluarkan kartu dari saku bajunya. Persela Lamongan mengantongi kartu kuning pertama melalui Jhon Edy Mena Perez pada menit ke-30.
Barito Putera tidak tinggal diam dan meladeni permainan fisik tuan rumah. Muhammad Aimar Iskandar Alam dari kubu tamu juga diganjar kartu kuning pada menit ke-65. Memasuki fase krusial, tensi semakin memanas. Dua pemain Persela, Risqki Putra Utomo dan Hendro Siswanto, turut menerima peringatan serupa di sepuluh menit terakhir waktu normal.
Sebelum drama besar terjadi, Dimas Juliono Pamungkas melengkapi daftar pemain Persela yang menerima kartu kuning di menit ke-85. Meski kedua tim memiliki banyak peluang lewat serangan balik, buruknya penyelesaian akhir membuat skor kacamata bertahan hingga waktu normal usai.
Baca Juga: Hasil Persipura Jayapura vs Persela Lamongan 0-0: Kedua Tim Berbagi Poin
Drama Kartu Merah dan Gol Hambali Tolib
Memasuki masa tambahan waktu (injury time), drama sesungguhnya dimulai. Pada menit ke-90+2, PS Barito Putera harus bermain dengan sepuluh orang setelah Frendi Saputra diganjar kartu merah langsung oleh wasit. Keunggulan jumlah pemain ini langsung dimanfaatkan dengan cerdik oleh Laskar Joko Tingkir.
Hanya semenit berselang, tepatnya di menit ke-90+3, Muhammad Hambali Tolib berhasil memecah kebuntuan. Gol tersebut membuat publik tuan rumah bersorak kegirangan, meyakini tiga poin sudah dalam genggaman.
Penalti Fabiano Beltrame Batalkan Kemenangan Tuan Rumah
Namun, sepak bola selalu menyuguhkan kejutan hingga detik terakhir. Fokus lini belakang Persela yang sedikit goyah di sisa waktu dimanfaatkan oleh Barito Putera untuk menekan. Sebuah pelanggaran fatal terjadi di kotak terlarang pada menit ke-90+8, yang membuat wasit menunjuk titik putih.
Bek veteran Fabiano Da Rosa Beltrame yang maju sebagai eksekutor dengan tenang menyarangkan bola ke gawang lawan, mengubah skor menjadi 1-1. Sebelum laga benar-benar berakhir di menit ke-90+10, kiper Rafli Mahreza sempat menerima kartu kuning di menit ke-90+6.
Hasil imbang ini menunjukkan mentalitas baja PS Barito Putera yang pantang menyerah meski kekurangan jumlah pemain, sekaligus menjadi catatan evaluasi bagi Persela Lamongan dalam menjaga konsentrasi di menit-menit akhir pertandingan.
Baca Juga: Kemenangan Barito Putera Atas PSS Sleman Buka Peluang Promosi Otomatis
Sumber: portalmadura.com





