PORTALMADURA.COM – Laga pekan terakhir kompetisi Super League musim 2025/2026 menyajikan drama hidup mati yang menegangkan. Madura United sukses memastikan diri tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah menumbangkan PSM Makassar dengan skor 2-0. Sayangnya, hasil positif ini menjadi kabar duka bagi Persis Solo yang resmi dinyatakan terdegradasi ke kasta kedua.
Pertandingan pamungkas pekan ke-34 ini berlangsung secara serentak pada Sabtu (23/5/2026) mulai pukul 16.00 WIB. Madura United menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bangkalan, sedangkan Persis Solo melakoni laga tandang melawan Persita Tangerang di Stadion Internasional Banten.
Sadar bahwa nasib mereka berada di tangan sendiri tanpa harus bergantung pada pertandingan lain, Madura United langsung memperagakan permainan menyerang sejak menit awal. Namun, rapatnya barisan pertahanan PSM Makassar membuat Laskar Sape Kerrab harus menunggu hingga mendekati akhir babak pertama untuk memecah kebuntuan.
Brace Junior Brandao Jadi Penyelamat Laskar Sape Kerrab
Madura United akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-43 melalui aksi penyerang andalan mereka, Junior Brandao. Gol ini bermula dari sepakan keras Taufany Muslihuddin yang sempat ditepis oleh penjaga gawang PSM, Reza Arya Pratama. Bola liar (rebound) tersebut langsung disambar dengan cepat oleh Brandao untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Di waktu yang hampir bersamaan di Banten, Persis Solo juga menunjukkan perlawanan sengit. Laskar Sambernyawa sempat memimpin 1-0 atas Persita Tangerang berkat sumbangan gol dari Jefferson Carioca.
Memasuki paruh kedua, Madura United semakin mempertegas dominasi mereka di Stadion Gelora Bangkalan. Pada menit ke-54, Junior Brandao kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus mencetak gol keduanya (brace) dalam laga ini.
Skema gol kedua ini lahir dari operan terukur Taufany Muslihuddin yang mengarah ke Pedro Monteiro. Monteiro kemudian meneruskan bola lewat sundulan ke tiang jauh yang langsung disundul masuk ke gawang oleh Brandao, membuat kedudukan menjadi 2-0.
Persis Solo sebenarnya sempat memperbesar keunggulan mereka atas Persita menjadi 2-0 pada menit ke-74 melalui penyelesaian akhir Miroslav Maricic setelah menerima umpan matang dari Dejan Tumbas.
Jelang peluit panjang berbunyi, Madura United sejatinya memiliki peluang emas untuk menambah pundi gol pada menit ke-82. Riquelme yang berhasil mengecoh Ananda Raehan melepaskan tembakan jarak dekat, namun bola masih mampu ditepis dengan gemilang oleh kiper Reza Arya Pratama. Skor 2-0 bertahan hingga pertandingan usai.
Persis Solo Menangis di Akhir Musim
Meskipun Persis Solo menyudahi perlawanan Persita Tangerang dengan kemenangan akhir 3-1, hasil tersebut tetap tidak mampu menyelamatkan mereka dari jurang degradasi. Keberhasilan Madura United mengamankan tiga poin penuh menutup rapat peluang Laskar Sambernyawa untuk naik peringkat.
Dengan hasil ini, Persis Solo tertahan di peringkat ke-16 klasemen akhir Super League dengan mengantongi 34 poin. Jumlah poin yang dimiliki Persis sebenarnya sama persis dengan koleksi PSM Makassar yang berada di peringkat ke-15.
Akan tetapi, regulasi kompetisi Super League lebih mengutamakan catatan rekor pertemuan kedua tim (head-to-head). Dalam aspek ini, Juku Eja lebih unggul dibandingkan Persis Solo, sehingga PSM Makassar berhak menempati posisi aman dan Persis Solo terpaksa harus turun kasta musim depan.





