Geger! Titik Lokasi 3 Dapur Makan Bergizi Gratis di Sumenep Melenceng dari Nama Desa

Avatar of PortalMadura.com
Geger! Titik Lokasi 3 Dapur Makan Bergizi Gratis di Sumenep Melenceng dari Nama Desa
Geger! Titik Lokasi 3 Dapur Makan Bergizi Gratis di Sumenep Melenceng dari Nama Desa

portalmadura.com, Sumenep – Masalah ketidaksesuaian data alamat pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ternyata berbuntut panjang. Tidak hanya menimpa dua SPPG yang operasionalnya telah diberhentikan sementara, ketidaksesuaian titik koordinat dan nama desa juga ditemukan pada tiga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) lainnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman resmi Badan Gizi Nasional (BGN) hingga Minggu (31/5/2026), tiga dapur yang terdeteksi mengalami pergeseran nama administrasi tersebut meliputi SPPG Sumenep Gapura Banjar Barat, SPPG Sumenep Bluto Kapedi, dan SPPG Sumenep Ganding Ketawang Larangan.

Rincian Data SPPG Sumenep yang Tidak Sinkron

Ketidaksesuaian data pada ketiga titik dapur pemenuhan gizi tersebut memiliki pola yang berbeda-beda, mulai dari kesalahan input nama desa hingga pergeseran lokasi fisik:

  • SPPG Sumenep Gapura Banjar Barat: Secara fisik, dapur ini berada di Dusun Raas, Desa Panagan, Kecamatan Gapura. Lokasi realisasinya sudah tepat, namun sistem laman BGN justru mencantumkan Desa Banjar Barat pada kolom Kelurahan/Desa.
  • SPPG Sumenep Bluto Kapedi: Dapur ini secara faktual beroperasi di Dusun Temor Lorong, Desa Bluto, Kecamatan Bluto. Kendati demikian, dokumen pada laman BGN malah mencatatnya berada di Desa Kapedi.
  • SPPG Sumenep Ganding Ketawang Larangan: Kasus ini terbalik dari dua poin di atas. Sistem mencatat dapur berada di Desa Ketawang Larangan, padahal lokasi fisik bangunan dan operasionalnya sebenarnya masuk ke dalam wilayah Desa Ketawang Daleman, Kecamatan Ganding.

Dipicu Masalah Kamera GPS saat Input Data

Mitra SPPG Sumenep Ganding Ketawang Larangan dari Yayasan Darul Arqom Batukerbuy, Ahmad Syah Jalaluddin, membenarkan adanya kekeliruan lokasi tersebut. Menurutnya, dapur MBG itu memang berdiri di atas tanah Desa Ketawang Daleman.

“Dulu saat pengambilan data, kamera GPS mendeteksi lokasi tersebut sebagai Ketawang Larangan. Akibatnya, data yang masuk ke pusat di Jakarta menggunakan nama SPPG Ketawang Larangan,” ujar Ahmad Jalaluddin.

Senada dengan hal itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Sumenep, Moh. Kholilurrahmam Hidayat, menjelaskan bahwa kekeliruan ini kemungkinan besar terjadi akibat kesalahan teknis saat mengunggah titik koordinat ke sistem pusat.

Kholilurrahmam menegaskan, perubahan nama dan administrasi tersebut memang wajib diperbaiki agar tidak memicu kebingungan publik. Meski begitu, secara aturan operasional makro, program ini dinilai masih aman selama titik koordinatnya tidak melompat ke luar wilayah kecamatan.

“Asalkan posisinya masih berada dalam satu kecamatan yang sama dan tidak pindah ke kecamatan lain, itu sebenarnya masih bisa ditoleransi. Tapi, sinkronisasi penamaan memang sangat perlu diubah. Jika fisiknya di Desa Daleman, ya administrasinya harus ditulis Daleman,” tegas Kholilurrahmam.

Sebaran Dapur Makan Bergizi Gratis di Sumenep

Terlepas dari kendala administrasi dan sinkronisasi data yang sedang berjalan, masifnya program Makan Bergizi Gratis di ujung timur Pulau Madura ini tercatat cukup tinggi.

Merujuk pada pembaruan data sistem BGN per Minggu (31/5) pukul 07.00 WIB, total SPPG yang aktif beroperasi di seluruh Indonesia sudah menyentuh angka 29.842 titik. Khusus untuk wilayah Kabupaten Sumenep sendiri, total terdapat 113 SPPG yang tersebar luas di 26 kecamatan. Hingga saat ini, tercatat hanya Kecamatan Nonggunong yang belum memiliki SPPG operasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses