oleh

Geliat Pandai Besi di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan (Part-1)

Dusun Timur Sumber menjadi satu-satunya dusun yang melestarikan usaha pandai besi di Desa Longkek. Menurut Salam, tak kurang ada 12 pengrajin pandai besi di dusun yang letaknya berada di dataran tinggi ini. Lokasi pandai besi umumnya tak jauh dari kediaman (disamping, di depan, atau di belakang rumah).

Lokasi pandai besi milik Abdus Salam yang terletak disamping rumah. (Foto: Agus Hidayat)

Selain pandai besi, warga Dusun Timur Sumber juga menggantungkan hidup dengan bertani. Hasil pertanian (selain padi) meliputi kacang, jagung, dan lainnya. Mereka juga dibekali keahlian membuat krupuk. Hasil panen serta produk krupuk langsung dijual ke Pasar Galis.

Dusun ini bersebelahan dengan Desa Peterongan. Di desa tetangga ini justru lebih banyak lagi pengrajin pandai besi. Popularitas Desa Peterongan sebagai desa pengolah besi menjadi peralatan tajam bernilai ekonomis telah lama terdengar. Hingga kemudian usaha ini merembet ke Dusun Timur Sumber. Salam sendiri mengaku jika dirinya warga pindahan dari Desa Peterongan.

Loading...

Salam menekuni usaha pandai besi sejak tahun 2001 setelah meneruskan usaha almarhum ayahnya, Abdul Halim, yang meninggal dunia di tahun 2000. Jika tahun ini Salam berusia 35 tahun, sang ayah tutup usia juga di usia 35 tahun. Sayang, ia tak tahu pasti kapan usaha pandai besi mulai ada di Kecamatan Galis, khususnya di Desa Peterongan.

“Sejarah pandai besi di Galis saya memang tak tahu. Bapak tak pernah menceritakan ke saya. Yang jelas usaha ini dijalankan secara turun temurun. Kakek saya dulu juga seorang pandai besi. Sekarang saya yang melanjutkan,” ujar Salam kepada PortalMadura.Com beberapa waktu lalu.

Clurit …


Penulis : Agus Hidayat
Editor : Putri Kuzaifah

Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar