PortalMadura.com – Google baru saja meluncurkan pembaruan keamanan besar-besaran untuk seluruh pengguna Google Drive. Fitur deteksi ransomware dan pemulihan file yang sebelumnya hanya tersedia dalam versi beta, kini resmi digulirkan secara global mulai Senin (30/3/2026).
Langkah ini diambil Google untuk memberikan perlindungan ekstra bagi jutaan penggunanya, baik pengguna gratisan (15GB) maupun pelanggan berbayar. Mengandalkan teknologi AI terbaru, sistem ini diklaim mampu mengenali infeksi virus 14 kali lebih akurat dibandingkan versi uji coba sebelumnya.
Cara Kerja Fitur Anti-Ransomware Google Drive
Fitur keamanan ini bekerja secara otomatis dan proaktif. Begitu sistem mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan atau file yang terinfeksi ransomware, Google Drive akan mengambil tindakan berikut:
- Penghentian Sinkronisasi Otomatis: Drive akan langsung menghentikan proses sinkronisasi untuk mencegah penyebaran file berbahaya ke perangkat lain yang terhubung.
- Peringatan Tegas: Pengguna akan menerima notifikasi visual yang mencolok di aplikasi serta peringatan melalui email jika terdeteksi adanya ancaman.
- Pemulihan File: Drive kini mampu mengembalikan file ke versi sebelumnya secara otomatis guna menghapus jejak infeksi, sehingga pengguna bisa menyelamatkan data penting mereka tanpa harus membayar tebusan kepada peretas.
Aktif Secara Default
Google mengonfirmasi bahwa perlindungan ini akan aktif secara otomatis bagi pengguna yang menggunakan Google Drive versi 114 atau yang lebih baru. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan organisasi maupun individu terlindungi sejak awal tanpa perlu melakukan pengaturan manual yang rumit.
Meski demikian, Google tetap memberikan fleksibilitas. Pengguna yang memiliki kebutuhan khusus dapat menyesuaikan tingkat sensitivitas deteksi atau mematikan fitur ini melalui menu Settings (Pengaturan) agar tidak mengganggu alur kerja spesifik mereka.
Dengan integrasi AI yang semakin dalam, Google Drive kini bukan sekadar tempat penyimpanan awan, melainkan benteng pertahanan data digital yang tangguh di tengah maraknya serangan siber global.





