oleh

Guru Honorer Pamekasan Hanya Digaji Rp 150 Ribu

PortalMadura.Com, Pamekasan – Guru honorer di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tercatat 1.798 orang.

Mereka tersebar di berbagai lembaga pendidikan di wilayah yang memiliki julukan Gerbang Salam.

Setiap bulan mereka hanya menerima honor sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

Sekretaris Forum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pamekasan, Sabtu (23/2/2019), Syaiful Bahri menyampaikan, honor yang diterima itu tidak sebanding dengan beratnya tugas yang diemban.

“Kalau yang merangkap wali kelas, honornya naik Rp 50 ribu,” terang Syaiful.

Para tenaga honorer tersebut sudah menyampaikan fakta yang terjadi ke Komisi IV DPRD Pamekasan.

Mereka juga mengeluhkan legalitas atau status guru honorer yang belum diakui oleh Pemkab Pamekasan, akibatnya, beberapa guru diberhentikan secara sepihak dari pihak sekolah.

“Legalitas kami ingin diakui oleh Disdik bukan hanya kepala sekolah saja,” keluhnya.

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan, Muhammad Sahur, berjanji akan menyampaikan keluhan tersebut kepada Bupati Pamekasan dan Dinas terkait.

Pihaknya juga merasa prihatin dengan kondisi guru honorer di Pamekasan yang sudah mengadukan nasibnya pada lembaga legislatif.

“Kasihan nasib mereka, gaji dan tanggung jawabnya tidak seimbang,” katanya.

Politisi PPP ini berencana mengajukan ploting anggaran untuk tunjangan bulanan sebesar Rp 500 ribu per orang.

Baca Juga : RPJMD Diduga Asal-asalan, Partai Oposisi Ragukan Upaya ‘Pamekasan Hebat’

“Kalkulasinya sekitar Rp 10 miliar lebih per tahun,” sebutnya.

Meski belum masuk kategori cukup, namun tunjangan sebesar Rp 500 ribu untuk guru honorer layak untuk diperjuangkan.

“Namun, semua itu tergantung pada Bupati dan kekuatan anggaran kita,” pungkasnya.


Penulis : Hasibuddin
Editor : Putri Kuzaifah

Komentar