portalmadura.com – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mencatatkan tren penguatan signifikan pada perdagangan hari ini, . Kenaikan ini didorong oleh menguatnya harga minyak nabati substitusi di pasar internasional serta ekspektasi pengetatan pasokan global.
Di pasar berjangka internasional, kontrak acuan CPO di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) bergerak menguat dan mempertahankan reli positif di kisaran RM4.960 per ton. Penguatan di bursa global ini memberikan dampak langsung terhadap sentimen pasar komoditas di dalam negeri.
Faktor Pendorong Penguatan Harga CPO
Kenaikan harga CPO pada penghujung pekan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor fundamental utama:
- Kenaikan Minyak Nabati Lain: Lonjakan harga minyak kedelai (soyoil) di bursa Dalian dan Chicago Board of Trade (CBOT) mendorong peralihan permintaan industri ke minyak sawit.
- Fluktuasi Harga Minyak Mentah: Kenaikan harga minyak mentah dunia memperkuat daya tarik komoditas berbasis nabati sebagai bahan baku biofuel.
- Dukungan Program Biodiesel: Kebijakan peningkatan bauran biodiesel di kawasan domestik terus menyerap pasokan sawit lokal dalam jumlah besar.
Dinamika Pasar Domestik dan Tender KPBN
Pada pasar lelang fisik domestik yang dikelola PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), harga penawaran CPO bergerak stabil dengan kecenderungan menguat di kisaran Rp15.700 hingga Rp15.800 per kilogram (belum termasuk PPN) untuk pelabuhan utama seperti Dumai dan Belawan.
Para pelaku industri kelapa sawit dan petani terus mencermati pergerakan harga tandan buah segar (TBS) di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS) yang diperkirakan ikut terkerek naik seiring tren positif harga CPO dunia.
Pelaku pasar diimbau untuk terus mengantisipasi volatilitas pasar komoditas menjelang akhir bulan, terutama terkait rilis data ekspor bulanan serta perubahan regulasi tarif pungutan ekspor.





