Harga Emas Antam Ambles Rp32.000: Investor Wajib Tahu Rincian Terbaru 6 Juni 2026!

Avatar of Kenzo Chandra
Harga Emas Antam Ambles Rp32.000: Investor Wajib Tahu Rincian Terbaru 6 Juni 2026!
Harga Emas Antam Ambles Rp32.000: Investor Wajib Tahu Rincian Terbaru 6 Juni 2026!

PortalMadura.comHarga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam mengalami penurunan signifikan pada hari Sabtu, 6 Juni 2026.

Penurunan ini mencatat koreksi sebesa Rp32.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya.

Berdasarkan data resmi dari Logam Mulia Antam per pukul 08.08 WIB, harga emas 1 gram kini berada di level Rp2.738.000.

Tidak hanya harga jual, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga ikut tergerus cukup dalam.

Harga buyback hari ini anjlok Rp52.000 per gram, menjadi Rp2.531.000.

Penurunan ini merupakan kelanjutan tren pelemahan yang sudah terlihat dalam beberapa waktu terakhir, baik secara mingguan maupun bulanan.

Secara mingguan, harga emas Antam telah turun dari kisaran Rp2.799.000 per gram menjadi Rp2.738.000 per gram.

Sedangkan secara bulanan, harga emas menunjukkan tren penurunan dari rentang Rp2.790.000 per gram.

Pelemahan ini menyeret harga emas Antam ke level terendah dalam hampir lima bulan terakhir, tepatnya sejak 20 Januari 2026.

Pada 20 Januari 2026, harga emas Antam menyentuh Rp2.705.000 per gram.

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini, 6 Juni 2026

Berikut adalah daftar lengkap harga emas Antam berdasarkan berbagai ukuran pada Sabtu, 6 Juni 2026, pukul 10.00 WIB:

  • Emas 0,5 gram: Rp1.419.000
  • Emas 1 gram: Rp2.738.000
  • Emas 2 gram: Rp5.416.000
  • Emas 3 gram: Rp8.099.000
  • Emas 5 gram: Rp13.465.000
  • Emas 10 gram: Rp26.875.000
  • Emas 25 gram: Rp67.062.000
  • Emas 50 gram: Rp134.045.000
  • Emas 100 gram: Rp268.012.000
  • Emas 250 gram: Rp669.765.000
  • Emas 500 gram: Rp1.339.320.000
  • Emas 1.000 gram: Rp2.678.600.000

Dinamika Pasar Global dan Faktor Pemicu

Pergerakan harga emas di pasar domestik sangat erat kaitannya dengan fluktuasi harga emas dunia.

Pada 5 Juni 2026, harga emas global terpantau turun menjadi 4.331 USD per troy ounce.

Penurunan ini merepresentasikan koreksi sebesar 3,22% dari hari sebelumnya.

Dalam sebulan terakhir, harga emas global telah turun 7,68%, namun masih 30,78% lebih tinggi dibandingkan setahun yang lalu.

Beberapa faktor makroekonomi menjadi pendorong utama pergerakan harga emas.

Penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) sering kali menekan harga emas.

Dolar AS yang lebih kuat membuat harga logam mulia menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Kekhawatiran inflasi akibat ketegangan geopolitik juga berdampak signifikan.

Konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah, khususnya antara AS-Iran, memicu kenaikan harga minyak.

Kenaikan harga energi ini dapat meningkatkan ekspektasi inflasi.

Ekspektasi inflasi berpotensi memicu bank sentral, termasuk Federal Reserve, untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung negatif bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.

Data pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan juga dapat memengaruhi kebijakan suku bunga.

Pada Mei 2026, ekonomi AS menambah 172.000 pekerjaan, jauh di atas perkiraan 85.000.

Tingkat pengangguran stabil di 4,3%, dan pertumbuhan upah tahunan moderat menjadi 3,4%.

Perkiraan dan Proyeksi Harga Emas Mendatang

Para analis memiliki pandangan beragam mengenai pergerakan harga emas di masa depan.

Metals Focus memproyeksikan harga emas dunia dapat melonjak ke level rata-rata US$4.920 per troy ounce.

Proyeksi ini didorong oleh permintaan investor yang kuat dan ketidakpastian geopolitik.

Goldman Sachs bahkan memperkirakan harga emas dapat mencapai USD5.400 per troy ounce pada akhir 2026.

JP Morgan lebih ambisius, memproyeksikan harga emas bisa menembus USD6.300 per ounce pada akhir 2026.

Namun, beberapa ahli juga memperingatkan adanya risiko koreksi jangka pendek.

Harga emas berpotensi turun hingga USD4.400 per ounce dalam skenario koreksi.

Trading Economics memproyeksikan emas akan diperdagangkan pada 4574,89 USD per troy ounce pada akhir kuartal ini.

Dalam 12 bulan ke depan, Trading Economics memperkirakan harga mencapai 4942,87 USD.

Perkiraan jangka panjang hingga 2037 menunjukkan emas dapat melonjak hingga $15.399.

Emas tetap menjadi pilihan investasi jangka panjang yang aman dan berisiko rendah di tengah ketidakpastian ekonomi.

Ketentuan Pajak untuk Transaksi Emas

Bagi investor yang berencana melakukan transaksi buyback, penting untuk memahami ketentuan perpajakan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback di atas Rp10.000.000 akan dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP.

Untuk non-NPWP, potongan pajaknya adalah 3 persen.

PPh 22 atas transaksi buyback ini akan langsung dipotong dari total nilai yang diterima penjual.

Sementara itu, pembelian emas batangan juga dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan akan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Masyarakat disarankan untuk selalu memantau pergerakan harga terbaru melalui kanal resmi Logam Mulia Antam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses