Emaemaseportalmadura.com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Senin, 29 Juni 2026, kembali menunjukkan penurunan yang cukup signifikan.
Berdasarkan data resmi dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia, harga emas Antam pecahan 1 gram tercatat di level Rp 2.645.000.
Angka ini menunjukkan koreksi sebesar Rp 15.000 dibandingkan harga pada Minggu, 28 Juni 2026, yang berada di posisi Rp 2.660.000 per gram.
Penurunan serupa juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback emas Antam.
Harga buyback anjlok Rp 18.000, kini berada di level Rp 2.360.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 2.378.000 per gram.
Informasi harga emas Antam terbaru ini umumnya diperbarui setiap hari sekitar pukul 08.30 WIB melalui situs resmi Logam Mulia.
Pergerakan Harga Emas Antam Berbagai Pecahan
Selain pecahan 1 gram, harga emas Antam juga tersedia dalam berbagai ukuran lain yang mengalami penyesuaian.
Emas Antam pecahan 0,5 gram dihargai Rp 1.372.500 pada hari ini.
Untuk pecahan 2 gram, harga jualnya tercatat sebesar Rp 5.230.000.
Selanjutnya, emas 3 gram dibanderol Rp 7.820.000.
Bagi investor yang mencari pecahan lebih besar, emas 5 gram dihargai Rp 13.000.000.
Sementara itu, emas Antam 10 gram berada di level Rp 25.945.000.
Harga emas dengan pecahan 25 gram mencapai Rp 64.737.000.
Pecahan 50 gram dijual seharga Rp 129.395.000.
Harga untuk 100 gram adalah Rp 258.712.000.
Untuk pecahan 250 gram, harganya mencapai Rp 646.515.000.
Emas Antam 500 gram ditawarkan seharga Rp 1.292.820.000.
Pecahan terbesar, 1.000 gram (1 kilogram), memiliki harga Rp 2.585.600.000.
Detail Harga Buyback dan Kebijakan Pajak
Harga buyback menjadi aspek krusial bagi investor yang ingin merealisasikan keuntungan atau membutuhkan likuiditas.
Pada 29 Juni 2026, harga buyback emas Antam berada pada Rp 2.360.000 per gram, menunjukkan penurunan signifikan Rp 18.000.
Antam akan membeli kembali emas dari masyarakat dengan harga tersebut jika pemilik memutuskan untuk menjualnya.
Penting untuk dicatat bahwa transaksi buyback emas tunduk pada ketentuan pajak yang berlaku.
Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.
Tarif pajak ini adalah 1,5% bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3% bagi yang tidak memiliki NPWP.
Pajak tersebut akan dipotong secara langsung dari total nilai transaksi saat proses buyback.
Tren Harga Emas Antam dalam Sepekan Terakhir
Pergerakan harga emas Antam sepanjang pekan terakhir Juni 2026 menunjukkan volatilitas.
Dari 22 hingga 27 Juni 2026, harga emas Antam 24 karat mengalami penurunan total Rp 8.000 per gram.
Pada awal pekan, Senin (22/6), harga emas Antam berada di Rp 2.668.000 per gram.
Harga sempat naik tipis Rp 5.000 pada Selasa (23/6), kemudian anjlok Rp 18.000 pada Rabu (24/6).
Harga relatif stagnan pada Kamis dan Jumat (25-26/6), sebelum naik kembali Rp 5.000 pada Sabtu (27/6) menjadi Rp 2.660.000 per gram.
Harga buyback juga menunjukkan koreksi tajam sepanjang minggu, turun Rp 23.000 per gram dari Rp 2.401.000 menjadi Rp 2.378.000.
Sebagai perbandingan historis, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 29 Januari 2026, mencapai Rp 3.168.000 per gram.
Faktor-faktor Penentu Pergerakan Harga Emas Global dan Lokal
Harga emas sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan geopolitik, baik di tingkat global maupun domestik.
Ketidakpastian kondisi ekonomi dan politik dunia, seperti konflik atau resesi, seringkali mendorong investor mencari perlindungan nilai pada emas sebagai aset safe haven.
Permintaan dan penawaran emas juga menjadi pendorong utama fluktuasi harga; peningkatan permintaan dapat mendorong kenaikan harga, dan sebaliknya.
Kebijakan moneter dari bank sentral utama, terutama Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed), memiliki dampak besar.
Kenaikan suku bunga oleh The Fed dapat membuat dolar AS dan obligasi lebih menarik, mengurangi daya tarik emas.
Tingkat inflasi juga berkorelasi positif dengan harga emas, karena emas sering dianggap sebagai pelindung terhadap penurunan daya beli mata uang.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS sangat krusial, sebab harga emas internasional dikonversi ke Rupiah.
Pelemahan Rupiah cenderung membuat harga emas lokal menguat, meskipun harga emas dunia stabil.
Proyeksi dan Pandangan Pasar
Melihat volatilitas yang terjadi, pengamat pasar mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, sebelumnya memproyeksikan harga emas dunia dan logam mulia akan bergerak fluktuatif.
Sentimen global, dinamika politik di Amerika Serikat, kebijakan bank sentral, dan perang dagang menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan ini.
Pada pertengahan Juni 2026, Ibrahim Assuaibi sempat memperkirakan harga emas Antam berpotensi melemah hingga support Rp 2.610.000 atau bahkan Rp 2.500.000 per gram.
Namun, dia juga tidak menutup kemungkinan penguatan menuju resistance Rp 2.740.000 hingga Rp 2.880.000 per gram jika harga emas global menguat.
Investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga melalui sumber resmi seperti Logam Mulia dan mempertimbangkan faktor-faktor makroekonomi global.
Strategi investasi yang bijak sangat dibutuhkan di tengah pasar yang dinamis.







