PortalMadura.com — Pasar energi global kembali menunjukkan pergerakan. Berdasarkan data Trading Economics yang dikutip oleh portalmadura.com pada Rabu, 17 September 2026, harga minyak dunia mencatatkan pelemahan setelah dua hari berturut-turut mengalami penurunan.
Minyak mentah Brent tercatat turun ke kisaran 105 dolar AS per barel, sementara minyak mentah berada di sekitar 102 dolar AS per barel. Pelemahan ini dipicu oleh laporan pemulihan infrastruktur energi serta perkembangan data persediaan minyak Amerika Serikat.
Pemulihan Pipa Arab Saudi dan Jalur Hormuz
Penurunan harga minyak terjadi menyusul laporan bahwa Arab Saudi akan segera memulihkan sekitar setengah kapasitas pipa Timur-Barat dalam beberapa hari ke depan, dengan target operasi penuh dalam enam minggu. Sebelumnya, jalur pipa tersebut sempat mengalami kerusakan akibat serangan drone yang sempat mengkhawatirkan pasar.
Di saat bersamaan, Arab Saudi meningkatkan pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz dengan dukungan militer Amerika Serikat. Menteri Energi AS Chris Wright melaporkan bahwa sebanyak 18 juta barel minyak mentah dan produk petroleum telah melintasi Selat Hormuz pada awal pekan ini, memastikan distribusi tetap berjalan lancar selama masa pemulihan pipa.
Data Persediaan Minyak Amerika Serikat
Selain faktor distribusi, para pelaku pasar global turut mencermati rilis data persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Data resmi menunjukkan adanya penurunan cadangan sebesar 640.000 barel, sehingga total persediaan berada di angka 423,4 juta barel.
Angka penurunan tersebut tercatat lebih kecil dari perkiraan para analis serta berbeda dari estimasi awal American Petroleum Institute (API). Perbedaan data ini menjadi salah satu sorotan penting bagi investor dalam memantau tren perekonomian dan energi global terkini.





