Harga Perak Antam 26 Februari 2026 Naik Rp 800, Tembus Rp 54.950 per Gram<

Avatar of Kenzo Chandra
Harga Perak Antam 26 Februari 2026 Naik Rp 800, Tembus Rp 54.950 per Gram
Harga Perak Antam 26 Februari 2026 Naik Rp 800, Tembus Rp 54.950 per Gram<

PortalMadura.com– Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penguatan pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026. Logam mulia berwarna putih ini naik Rp 800 per gram, membawa harga terkini ke level Rp 54.950 per gram. Kenaikan ini sejalan dengan tren positif Harga emas Antam dan perak dunia yang juga mengalami penguatan.

Pergerakan Harga dan Faktor Pendorong

Dilansir dari laman resmi logammulia.com, harga perak Antam pada Rabu (25/2/2026) masih berada di angka Rp 54.150 per gram. Kenaikan Rp 800 pada hari ini menandai pemulihan setelah periode fluktuasi sebelumnya.

Penguatan harga perak domestik tidak terlepas dari sentimen positif pasar global. Mengutip data Kitco, harga perak dunia memimpin kenaikan di antara logam mulia lainnya pada Rabu siang waktu setempat, bahkan mencetak level tertinggi dalam tiga minggu terakhir.

Beberapa faktor kunci yang mendorong kenaikan ini meliputi:

  • Permintaan aset safe haven: Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat mendorong investor beralih ke aset yang dianggap aman.
  • Kekhawatiran inflasi: Rencana pemberlakuan tarif impor global oleh AS memicu kekhawatiran inflasi, yang secara historis menguntungkan harga logam mulia.
  • Sinyal teknikal bullish: Posisi teknikal jangka pendek untuk emas dan perak semakin menguat, menarik minat trader berbasis grafik untuk membuka posisi beli.

Update Harga Logam Mulia Dunia

Di pasar berjangka internasional, kontrak perak untuk pengiriman Maret tercatat naik USD 2,954 menjadi USD 90,43 per ounce. Sementara itu, harga emas kontrak April menguat USD 37,40 ke level USD 5.214,50 per ounce.

Dari sisi analisis teknikal, trader memantau level resistensi kuat perak di kisaran USD 100. Penutupan harga di atas level ini dapat membuka peluang kenaikan lebih lanjut. Sebaliknya, level support utama terpantau di USD 71,815, yang merupakan titik terendah pada Februari 2026.

“Ada dampak inflasi dari tarif dan harga minyak yang tinggi, terutama jika serangan akan segera terjadi, dan saya pikir ada juga beberapa lindung nilai oleh investor, yang mungkin beralih ke emas,” ujar Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy TD Securities.

Proyeksi Harga ke Depan

Bank of America dalam catatan risetnya memperkirakan harga emas berpotensi mencapai USD 6.000 per ons dalam 12 bulan ke depan. Meski investor dinilai mulai memperlambat laju penambahan eksposur terhadap emas, ketidakpastian kebijakan tarif dapat memperpendek periode konsolidasi harga.

Untuk perak, bank investasi tersebut mencatat logam putih ini memiliki potensi untuk kembali menembus level USD 100 per ounce pada tahun 2026. Perlu dicatat, perak pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level USD 121,64 pada 29 Januari 2026.

Peran Emas dan Perak sebagai Aset Lindung Nilai

Emas dan perak secara luas dipandang sebagai aset safe-haven di masa ketidakpastian. Meski tidak menghasilkan imbal hasil seperti instrumen bunga, kedua logam mulia ini cenderung menguat dalam lingkungan suku bunga rendah dan sering dijadikan lindung nilai terhadap inflasi.

Hingga saat ini, harga emas dunia telah naik sekitar 20% sepanjang tahun 2026, setelah mencapai rekor tertinggi USD 5.594,82 per ounce pada akhir Januari lalu.

Kesimpulan: Kenaikan harga perak Antam hari ini mencerminkan sentimen positif pasar global yang didorong faktor geopolitik dan ekspektasi inflasi. Investor dan calon pembeli disarankan untuk terus memantau perkembangan harga secara berkala sebelum mengambil keputusan transaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses