Harga Perak Antam Melonjak di Tengah Dinamika Pasar Global dan Proyeksi Inflasi

Avatar of PortalMadura.com
Harga Perak Antam Melonjak di Tengah Dinamika Pasar Global dan Proyeksi Inflasi
Harga Perak Antam Melonjak di Tengah Dinamika Pasar Global dan Proyeksi Inflasi

PortalMadura.com – Harga perak yang ditawarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penguatan signifikan pada hari Sabtu, 13 Juni 2026.

Berdasarkan data dari situs Logam Mulia, harga perak Antam naik sebesar Rp 450 per gram.

Kenaikan ini membawa harga perak Antam menjadi Rp 45.550 per gram, dari sebelumnya Rp 45.100 per gram.

Produk perak Antam dalam ukuran 250 gram ditawarkan seharga Rp 11,787 juta, sedangkan ukuran 500 gram dibanderol Rp 22,775 juta.

Namun, pasokan untuk kedua produk perak batangan dengan ukuran besar tersebut dilaporkan belum tersedia.

Kenaikan harga perak domestik ini sejalan dengan tren penguatan Harga emas Antam yang juga naik Rp 2.000 menjadi Rp 2,711 juta per gram pada hari yang sama.

Di pasar global, harga perak spot menunjukkan kenaikan sebesar 1,2%, mencapai US$ 68,14 per ons.

Angka ini menempatkan perak pada jalur kenaikan mingguan, mengindikasikan sentimen positif di pasar komoditas.

Data dari USAGOLD juga mencatat harga perak global pada 13 Juni 2026 berada di kisaran $68.03 per ons.

Pergerakan Harga Perak Global: Dari Rekor Tertinggi ke Fluktuasi

Pasar perak global telah menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi sepanjang tahun 2026.

Pada Januari 2026, harga perak mencapai titik tertinggi sepanjang masa, menembus US$ 121,64 per ons.

Kenaikan fantastis ini didorong oleh kecemasan makroekonomi, ketidakpastian kebijakan Federal Reserve, dan partisipasi investor ritel yang masif.

Namun, pergerakan ini tidak sepenuhnya linier, mengingat perak juga sempat mengalami koreksi tajam.

Selama sebulan terakhir hingga 12 Juni 2026, harga perak global telah terkoreksi sekitar 22,51%.

Meskipun demikian, harga saat ini masih 86,62% lebih tinggi dibandingkan posisi setahun yang lalu.

Pada 11 Juni 2026, harga perak sempat merosot ke level terendah 11 minggu di sekitar US$ 61,50 per troy ons.

Penurunan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran konflik Timur Tengah dan prospek suku bunga yang lebih tinggi.

Namun, logam putih ini berhasil memulihkan diri, diperdagangkan sekitar US$ 64,00 per troy ons pada sesi perdagangan Asia.

Trading Economics memproyeksikan perak akan diperdagangkan pada US$ 68,21 per troy ons pada akhir kuartal ini dan US$ 82,08 dalam 12 bulan ke depan.

Faktor-faktor Utama yang Mempengaruhi Kilau Perak

Kekhawatiran Inflasi dan Kebijakan Moneter

Salah satu pendorong utama volatilitas harga perak adalah kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut.

Wakil presiden sekaligus senior metals strategist Zaner Metals, Peter Grant, menyatakan bahwa inflasi kemungkinan akan bertahan lebih lama dari perkiraan.

Ekspektasi kenaikan suku bunga dari bank sentral utama, termasuk Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa (ECB), telah menekan harga logam mulia.

ECB baru saja menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak tahun 2023 dan merevisi naik proyeksi inflasinya untuk tahun 2026 dan 2027.

Data harga produsen AS yang melonjak 6,5% secara tahunan pada bulan Mei juga memperkuat ekspektasi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga.

Dolar AS yang menguat seringkali memberikan tekanan pada harga perak karena membuatnya lebih mahal bagi investor asing.

Permintaan Industri dan Peran dalam Transisi Energi Hijau

Perak memiliki peran ganda sebagai logam mulia dan komoditas industri.

Permintaan industri yang kuat menjadi penopang signifikan bagi harga perak.

Logam ini sangat penting dalam produksi teknologi ramah lingkungan seperti panel surya, mobil listrik, dan berbagai komponen elektronik.

Peningkatan investasi global dalam transisi menuju energi hijau terus mendorong kebutuhan akan perak.

Pada tahun 2026, permintaan industri diprediksi akan terus menjadi faktor kunci yang menopang harga perak.

Dinamika Geopolitik dan Peran Safe Haven

Ketegangan geopolitik juga memainkan peran penting dalam pergerakan harga perak.

Optimisme atas kemungkinan kesepakatan damai antara AS dan Iran pada satu titik sempat menyeimbangkan pasar.

Namun, ancaman serangan udara AS di Iran dapat memicu konflik lebih lanjut di Timur Tengah.

Eskalasi konflik semacam itu dapat memperburuk kekhawatiran inflasi global dan meningkatkan daya tarik perak sebagai aset safe-haven.

Sebagai aset safe-haven, perak cenderung diminati saat terjadi ketidakpastian ekonomi atau politik, meskipun daya tariknya di bawah emas.

Perak Antam sebagai Pilihan Investasi di Indonesia

Di Indonesia, perak Antam semakin dilirik sebagai alternatif investasi.

Harganya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan emas menjadi daya tarik utama bagi investor ritel.

Perak menawarkan aksesibilitas investasi logam mulia bagi masyarakat dengan modal terbatas.

PT Aneka Tambang Tbk tidak hanya menyediakan perak batangan untuk investasi, tetapi juga perak butiran murni 99,95% sebagai bahan baku industri dan kerajinan.

Fleksibilitas produk ini memperluas basis permintaan untuk perak Antam di pasar domestik.

Meskipun demikian, ketersediaan stok untuk perak batangan ukuran besar kadang menjadi perhatian investor.

Para investor perlu terus mencermati pergerakan harga baik di pasar domestik maupun global.

Dinamika inflasi, kebijakan moneter, dan kondisi geopolitik akan terus membentuk prospek investasi perak ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses