oleh

Hati-hati! Ini 4 Bahaya Pakai VPN Gratis Saat WhatsApp

PortalMadura.Com – Aplikasi pesan WhatsApp merupakan salah satu media sosial yang beberapa hari terakhir dibatasi aksesnya oleh pemerintah. Aplikasi ini tidak bisa mengirim atau mengunduh gambar, hanya bisa dipakai untuk mengirim pesan teks. Sehingga bagi sebagian orang hal ini sangat mengganggu kenyamanan berkomunikasi.

Oleh karena itu, ada sebagian orang yang menggunakan aplikasi VPN (Virtual Private Network) gratis untuk melancarkan pesan WhatsApp. Namun, perlu Anda tahu ternyata aplikasi VPN memiliki beberapa bahaya dan risiko. Apa saja?

Berikut ini penjelasannya:

Membobol Keamanan Perangkat dengan Malware
Mulanya, VPN bermaksud untuk menjaga perangkat dari hacker. Namun, berdasarkan studi terhadap 283 VPN, terungkap bahwa VPN gratisan rentan disusupi malware.
Studi bahkan menyebut 38 persen menunjukkan VPN yang disusupi malware.

Lacak Aktivitas Online Pengguna
Penggunaan VPN di tengah pembatasan akses medsos memang menyejukkan, namun, berdasarkan studi yang sama, 72 persen VPN gratisan rupanya memungkinkan pihak lain untuk mengintip aktivitas online pengguna.

Para pelacak data biasanya mengintip aktivitas online pengguna dan mengumpulkan informasi tentang si pengguna. Bisa saja, data-data tersebut dijual ke pengiklan.

Baca Juga: Waspada! Ini 5 Bahaya Gunakan Aplikasi VPN Gratis di Smartphone

Mengurangi Kecepatan Internet
Mengutip Addictive Tips, VPN seringkali memperlambat koneksi internet penggunanya. Bahkan, kecepatan internet pengguna VPN bisa turun antara 10-25 persen.

Hal ini karena VPN berupaya menyediakan koneksi yang aman melalui proses enkripsi. Bagi Anda yang berniat streaming, tentu kecepatan internet yang lemot sangat tidak menyenangkan.

Bisakah VPN Dipercaya?
Apakah Anda bisa mempercayai keamanan data pengguna saat memakai VPN? Jawabannya adalah tidak. Pasalnya, sangat sedikit dilakukan audit terhadap keamanan layanan VPN.

Artinya, tidak ada cara untuk memverifikasi 100 persen bahwa layanan VPN benar-benar bersifat aman, seperti janjinya.


Rewriter: Desy Wulandari
Sumber: liputan6.com

Komentar