PortalMadura.com

Hiii…. Merinding, Ini 6 Misteri Gunung Lawu yang Dijuluki Tempat Paling Angker Se-Indonesia

  • Sabtu, 11 November 2017 | 21:00
Hiii…. Merinding, Ini 6 Misteri Gunung Lawu yang Dijuluki Tempat Paling Angker Se-Indonesia
Ilustrasi

PortalMadura.Com – Sudah tahu gunung paling angker dan mistis yang ada di Indonesia?. Jika tidak, ia adalah Gunung Lawu. Lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dan Magetan, Jawa Timur. Gunung ini menjadi salah satu dari ‘Seven Summits of Java’ (7 puncak pulau Jawa).

Menurut anggota Tim SAR yang pernah bertugas di wilayah itu, Gunung Lawu menyembunyikan ‘jati dirinya’. Sedangkan bagi masyarakat yang tinggal di kaki gunung tersebut menyebutkan bahwa Lawu seolah ‘bernyawa’ dan tidak sembarangan orang diterima oleh gunung itu.

Selain itu, ada penampakan-penampakan aneh yang sering terjadi. Nah, penasaran dengan kisah mistis apa saja yang pernah terjadi di Lawu?. Simak uraian di bawah ini:

Gunung Kelima Tertinggi di Pulau Jawa
Konon, gunung itu merupakan peristirahatan terakhir raja Majapahit penghabisan yakni Prabu Brawijaya V. Namun anehnya tidak satupun ditemukan jasad sang prabu. Dia disinyalir menghilang bersama raganya alias moksa. Sang prabu ditemani abdi dalemnya yang setia yakni Kyai Jalak. Sama seperti tuannya, Kyai Jalak juga bermoksa dan menjelma menjadi burung Jalak sesuai namanya. Namun Jalak jelmaan kyai bukan berwarna hitam melainkan gading. Tidak semua pendaki bisa bertemu dengan Jalak ini.

Bisa Memberi Petunjuk Pendaki
Kyai Jalak yang menjelma sebagai jalak gading ini dipercaya memberikan petunjuk bagi pendaki untuk sampai ke puncak. Namun bagi pendaki yang dikehendaki oleh Jalak Lawu ini. Sebaliknya, jika pendaki itu tidak memiliki hati bersih, Jalak Lawu tidak akan muncul. Pendaki biasanya tidak akan sampai puncak sebab tidak memiliki restu dari Kyai Jalak.

Gunung Lawu Seolah Bernyawa
Pasalnya, dunung itu seolah memiliki nyawa yang bisa mendengar setiap kata-kata Anda. Apa pun yang Anda keluhkan biasanya terwujud. Jika Anda mengatakan kelelahan mendaki Lawu, Anda benar-benar dibuat lelah. Jika Anda mengatakan sangat dingin, Anda bisa dibikin kedinginan abis. Hiiii, merinding.

Munculnya Pasar Setan
Pasar ini tidak terlihat dengan mata biasa namun terdengar keramaian. Hanya orang-orang tertentu yang bisa mendengarnya. Jika Anda mendengar suara ‘arep tuku apa mas/mbak?’ (mau beli apa mas/mbak), sebaiknya Anda membuang uang Anda, berapa pun nilainya. Lalu petiklah daun seperti sedang berbelanja. Jika ini tidak dilakukan, konon Anda bakal menghadapi masalah di Lawu.

Kupu-kupu Hitam dengan Bulatan Biru di Sayapnya
Kalau Anda melihat kupu-kupu ini pertanda Anda diterima baik di gunung tersebut. Bahkan beberapa orang mempercayai ketemu berkah setelah pulang mendaki. Namun jangan sampai menangkap, mengusir, mengganggu, bahkan membunuh si kupu-kupu, ya. Konon, penunggu Lawu bisa murka.

Dilarang Memakai Busana Warna Hijau Daun
Ini adalah salah satu pantangan lainnya. Hijau merupakan busana ratu Pantai Selatan yakni Nyi Roro Kidul yang tidak sembarangan dipakai di Jawa. Selain itu, jangan pernah mendaki Gunung Lawu dengan rombongan berjumlah ganjil. Hal ini bisa mendatangkan kesialan. (Bintang.com/Putri)

Hari Jadi Sumenep
Hari Jadi Sumenep
Hari Jadi Sumenep
Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional