PortalMadura.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan volatilitas tinggi pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026, dengan penutupan sesi satu anjlok tajam 2,7% ke level 5.835 poin, menghapus sebagian besar keuntungan yang diraih sehari sebelumnya.
Padahal, IHSG sempat dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini, naik 0,19% atau 11 poin ke level 6.010 pada pukul 09.00 WIB.
Optimisme awal tersebut tidak bertahan lama, karena indeks berbalik arah secara signifikan dalam hitungan jam.
Pada pukul 10.16 WIB, IHSG sudah tergelincir 1,81% atau 108,49 poin menuju area 5.890,546.
Penurunan tersebut dipicu oleh kombinasi sentimen negatif dari pasar global dan domestik yang membebani kinerja bursa.
Rebound Kamis Bakar Semangat, Jumat Terhempas Sentimen Global
Pelemahan tajam IHSG pada Jumat ini terutama disebabkan oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap kenaikan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat.
Data inflasi PCE AS dilaporkan meningkat menjadi 4,1% secara tahunan (Year-on-Year/YoY), yang memicu kekhawatiran Federal Reserve (The Fed) akan mengambil sikap yang lebih hawkish terkait suku bunga.
Selain itu, sentimen negatif juga datang dari penurunan peringkat daya saing Indonesia dalam World Competitiveness Ranking.
Peringkat Indonesia merosot 21 posisi dalam dua tahun terakhir, dari peringkat ke-27 menjadi ke-48 dari total 70 negara, menjadi perhatian serius bagi investor jangka panjang.
Tekanan jual juga diperparah oleh gelombang aksi jual di bursa saham Asia, khususnya saham-saham teknologi.
Indeks Kospi Korea Selatan anjlok hingga 7,55%, bahkan memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt), sementara indeks Nikkei Jepang terperosok 4,5%.
Di pasar domestik, aksi ambil untung (profit taking) juga turut menekan mayoritas saham, dengan hanya segelintir saham berkapitalisasi besar yang mampu bertahan di zona hijau.
Saham-saham seperti PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengalami penurunan signifikan masing-masing sebesar 11,22% dan 11,70%.
Volume transaksi pada sesi pertama mencapai Rp 4,014 triliun dengan 7,417 miliar saham diperdagangkan dalam 612.262 kali transaksi.
Dominasi tekanan jual terlihat jelas dengan 528 saham melemah, hanya 108 saham menguat, dan 158 saham bergerak stagnan pada awal perdagangan.
Pada penutupan sesi satu, tercatat ada 200 saham melemah dan 519 saham stagnan, berbanding terbalik dengan kondisi pembukaan yang didominasi penguatan.
Jumat Pagi: Diawali Optimisme, Berakhir Tekanan
IHSG sempat mencapai level tertinggi 6.045,25 pada awal sesi perdagangan Jumat ini, namun kemudian berbalik turun hingga menyentuh 5.888,49.
Koreksi mendalam ini dinilai sebagai reaksi kejut pasar terhadap sentimen global yang muncul.
Investor cenderung masih menantikan kejelasan arah kebijakan ekonomi pemerintah serta stabilitas nilai tukar Rupiah.
Sentimen Global dan Domestik Jadi Pemberat Utama
Para analis juga menyoroti hasil evaluasi MSCI yang memperpanjang ketidakpastian di pasar modal Indonesia.
Meskipun MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market, mereka memberikan catatan terkait transparansi kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi.
Catatan ini akan dievaluasi kembali pada November 2026, menambah faktor kewaspadaan bagi investor.
Kilau IHSG Sehari Sebelumnya: Rebound Kuat di Tengah Asia
Kinerja IHSG pada Jumat (26/6/2026) sangat kontras dengan perdagangan Kamis, 25 Juni 2026.
Pada Kamis, IHSG berhasil menguat signifikan sebesar 1,96% dan ditutup pada posisi 5.999 poin.
Penguatan ini menempatkan IHSG sebagai indeks saham dengan kenaikan tertinggi ketiga di Bursa Asia pada hari itu.
Bursa Efek Indonesia melalui RTI Business mencatat penguatan IHSG mencapai 115 poin.
Performa Gemilang Kamis, 25 Juni 2026
Indeks bahkan sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.056 pada siang hari perdagangan Kamis.
Volume transaksi perdagangan juga tercatat ramai, mencapai 22,57 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp13,64 triliun.
Frekuensi transaksi mencapai 1,7 juta kali, menunjukkan minat beli yang kuat di pasar.
Sebanyak 537 saham mengalami penguatan, sementara 135 saham melemah, dan 141 saham tidak bergerak.
Pendorong Kenaikan: MSCI dan Penurunan Harga Minyak
Sentimen positif utama pada Kamis lalu datang dari keputusan MSCI yang mempertahankan Indonesia dalam klasifikasi Emerging Market.
Keputusan tersebut meredakan kekhawatiran investor terkait potensi arus keluar dana asing dalam jumlah besar.
Selain itu, berlanjutnya tren penurunan harga minyak mentah global juga memberikan sentimen positif.
Harga West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di level US$69,5 per barel, sementara harga Brent mencapai US$72,7 per barel.
Sektor Unggulan dan Saham Pilihan
Penguatan IHSG pada Kamis didukung oleh kinerja ciamik dari beberapa sektor saham.
Sektor infrastruktur memimpin dengan kenaikan 3,81%, diikuti sektor kesehatan 3,02%, dan barang konsumen primer 2,51%.
Saham-saham unggulan LQ45 juga menjadi pendorong utama, termasuk PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang melonjak 7,14% dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 6,91%.
PT Astra International Tbk (ASII) juga menguat 6%, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melesat 5,4%, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencetak kenaikan 4,69%.
Prospek dan Tantangan IHSG ke Depan
Pergerakan IHSG ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan sentimen global dan data ekonomi domestik.
Analis memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan terbatas pada Jumat (26/6/2026), dengan support di 5.960-5.920 dan resistensi di 6.060-6.120.
Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat tekanan dari data inflasi AS dan dinamika pasar saham global.
Pelaku pasar juga menantikan rilis data PMI Juni dari Tiongkok, serta data lokal terkait Indeks Harga Konsumen (IHK) Juni dan neraca perdagangan Mei.
Meredanya ketegangan eksternal, stabilitas rupiah, dan kejelasan kebijakan ekonomi pemerintah dapat membuka peluang bagi technical rebound dan perbaikan sentimen pasar.
Investor disarankan untuk tetap mencermati saham-saham pilihan yang menunjukkan fundamental kuat di tengah gejolak pasar.
Baca Juga:







