IHSG Anjlok ke Level 6.858, Investor Asing Tarik Dana Rp38 Triliun Akibat Tensi Global!

Avatar of PortalMadura.com
IHSG Anjlok ke Level 6.858, Investor Asing Tarik Dana Rp38 Triliun Akibat Tensi Global!
IHSG Anjlok ke Level 6.858, Investor Asing Tarik Dana Rp38 Triliun Akibat Tensi Global!

PortalMadura.com – Tekanan jual oleh investor asing di pasar modal Indonesia kian tak terbendung. Pada penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah setelah aksi jual bersih (net sell) asing mencapai ratusan miliar Rupiah dalam sehari.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor asing membukukan net sell sebesar Rp751 miliar pada perdagangan hari ini. Aksi pelepasan aset ini menyeret IHSG jatuh cukup dalam dan ditutup di level 6.858. Kondisi ini memperparah kinerja indeks sejak awal tahun.

Eksodus Modal Asing Tembus Rp38,36 Triliun

Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd), total pelarian modal asing dari pasar reguler telah menembus angka Rp38,36 triliun. Manuver keluar ini berdampak signifikan pada pelemahan IHSG yang tercatat telah terkoreksi hingga 20,68% sepanjang tahun 2026.

Ketidakpastian ekonomi global dan memanasnya situasi geopolitik menjadi faktor utama yang membuat investor enggan bertahan di pasar saham domestik. Salah satu pemicu utama adalah gangguan di jalur perdagangan vital dunia, Selat Hormuz.

Dampak Serangan AS-Israel dan Ketegangan Iran

Stabilitas pasar kian terguncang setelah lintas Selat Hormuz terhenti selama lebih dari 10 minggu. Hal ini terjadi menyusul serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Investor cenderung melakukan langkah mitigasi risiko dengan menarik dana dari pasar berkembang seperti Indonesia.

Sentimen negatif tersebut diperparah dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump. Melansir laporan Bloomberg News, Trump menyatakan keraguannya terhadap prospek gencatan senjata dengan Iran setelah dirinya menolak proposal perdamaian terbaru dari pihak Teheran.

“Kesepakatan damai yang komprehensif tampaknya sulit terwujud dalam waktu dekat,” tulis tim analis Bloomberg Economics dalam catatan riset terbarunya.

Rupiah dan Sektor Riil Tertekan

Selain faktor eksternal, pelemahan IHSG juga sejalan dengan kondisi makroekonomi dalam negeri yang sedang diuji. Nilai tukar Rupiah terpantau menyentuh angka Rp17.500 per dolar AS, yang menjadi level penutupan terlemah sepanjang sejarah.

Kombinasi antara suku bunga, tekanan kurs, dan ketidakpastian politik luar negeri membuat para pelaku pasar bersikap wait and see. Jika tensi geopolitik di Timur Tengah tidak segera mereda, para analis memprediksi aliran modal keluar masih berpotensi berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses