IHSG Rebound ke Level 7.101, Saham INOV dan ICON Meroket hingga 34%!

Avatar of PortalMadura.com
IHSG Rebound ke Level 7.101, Saham INOV dan ICON Meroket hingga 34%!
IHSG Rebound ke Level 7.101, Saham INOV dan ICON Meroket hingga 34%!

PortalMadura.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan mendarat di zona hijau pada penutupan perdagangan Rabu (29/4/2026). Di tengah fluktuasi pasar, indeks menguat 28,83 poin atau 0,41% ke level 7.101,2.

Data Bursa Efek Indonesia mencatat transaksi hari ini cukup bergairah dengan total nilai mencapai Rp 17,21 triliun. Sebanyak 399 saham tercatat mengalami kenaikan harga, sementara 297 saham terkoreksi, dan 263 saham lainnya bergerak stagnan.

Sektor Industri Jadi Motor Penggerak

Kenaikan Ihsg hari ini didominasi oleh penguatan di mayoritas sektor saham. Sektor perindustrian tampil sebagai jawara dengan lo

    njakan sebesar 2,41%. Performa positif ini diikuti oleh sektor infrastruktur yang naik 1,48% dan sektor barang konsumen non-primer sebesar 1,45%.

Di sisi lain, tidak semua sektor menikmati keuntungan. Sektor barang baku justru merosot 1,08% dan sektor kesehatan terkoreksi tipis 0,09%.

Saham INOV dan ICON Beri Cuan Maksimal

Bagi para pemburu keuntungan (cuan), hari ini menjadi momentum emas. Saham PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) dan PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) menjadi sorotan utama setelah harga sahamnya meledak dengan kenaikan berkisar antara 19% hingga 34%.

Sentimen Global dan Aksi Borong Saham Murah

Analis dari Pilarmas menjelaskan bahwa penguatan IHSG hari ini didorong oleh aksi bargain hunting atau beli saat harga murah. Investor memanfaatkan momentum pelemahan di hari sebelumnya untuk kembali masuk ke pasar.

Sentimen luar negeri juga turut mewarnai pergerakan indeks. Kenaikan kontrak berjangka saham di Amerika Serikat menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve memberikan angin segar bagi pasar domestik.

Namun, penguatan ini masih tertahan oleh memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan China. Selain itu, pasar cenderung bersikap waspada (wait and see) menanti rilis data ekonomi penting seperti angka inflasi bulan April dan neraca perdagangan Maret yang akan keluar akhir pekan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses