- Nikkei (Jepang): Ambles 1,06%
- Straits Times (Singapura): Turun 0,91%
- Hang Seng (Hong Kong): Jatuh 0,88%
- Shanghai (China): Melemah 0,36%
PortalMadura.com – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi pertama, Kamis (23/4/2026). Hingga satu jam pertama perdagangan, indeks komposit terperosok ke zona merah mengikuti pelemaan bursa saham di kawasan Asia.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 10.10 WIB, IHSG tercatat merosot hingga 52,19 poin atau setara 0,69% ke posisi 7.489,42. Sepanjang pagi ini, pergerakan indeks fluktuatif di rentang 7.475 hingga 7.582.
Kondisi pasar menunjukkan tekanan jual yang cukup masif, tercermin dari jatuhnya indeks saham blue chip (LQ45) sebesar 0,82%. Sebanyak 360 saham bergerak menurun, sementara 269 saham berhasil menguat, dan 183 saham lainnya stagnan.
Daftar 5 Saham Top Gainers di Tengah Pelemahan
Menariknya, di balik “terjun bebasnya” IHSG, sejumlah saham justru mencatatkan performa luar biasa. Sedikitnya terdapat lima saham yang berhasil melonjak lebih dari 21%. Bahkan, dua di antaranya sukses menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).
Aktivitas perdagangan pagi ini terpantau sangat ramai dengan volume mencapai 17,75 miliar lembar saham yang berpindah tangan. Nilai transaksi total menembus Rp 6,03 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai lebih dari satu juta kali transaksi.
Bursa Asia Kompak Memerah
Pelemahan IHSG sejalan dengan tren negatif yang melanda pasar saham utama di Asia. Mayoritas indeks acuan di kawasan tersebut terpantau kompak berada di zona merah:
Para analis memprediksi pasar masih dalam tahap konsolidasi, namun pergerakan saham-saham tertentu seperti WBSA tetap memberikan peluang keuntungan bagi para pelaku pasar di tengah volatilitas yang tinggi.
Dapatkan update berita pasar modal terbaru lainnya hanya di portalmadura.com.




