oleh

Indonesia Telusuri Dugaan Keterlibatan WNI dalam Bom Filipina

PortalMadura.Com, Jakarta – Pemerintah Indonesia belum dapat mengkonfirmasi berita mengenai kemungkinan keterlibatan dua WNI dalam aksi teror bom di Jolo, Filipina Selatan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir pada Jumat malam menyampaikan Pemerintah Indonesia tengah mencoba berkomunikasi dengan berbagai pihak di Filipina untuk memperoleh konfirmasi.

Armanatha menyampaikan KBRI di Manila maupun KJRI di Davao City juga tengah berusaha mendapatkan konfirmasi dari berita tersebut.

“Informasi terakhir yang diterima hari ini dari pihak Kepolisian Nasional Filipina (PNP) dan komando militer Western Mindanao Command (Westmincom) bahwa pelaku pengeboman di Jolo sampai saat ini belum teridentifikasi identitas maupun kewarganegaraannya,” ujar Arrmanatha dalam pernyataan resminya. dilaporkan Anadolu Agency, Minggu (3/1/2019).

Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo sebelumnya mengatakan pembom bunuh diri asal Indonesia berada di balik ledakan ganda terhadap gereja di Jolo, Sulu.

Loading...

Militer Filipina juga membenarkan bahwa pelaku bom bunuh diri berada di balik serangan bom yang menewaskan 22 orang dan sedikitnya 100 orang terluka.

Ano mengatakan pelaku bom bunuh diri asal Indonesia itu adalah pasangan suami istri yang memiliki hubungan dengan Daesh.

“Yang benar-benar bertanggung jawab adalah pembom bunuh diri Indonesia. Tetapi Abu Sayyaf yang membimbing mereka, mempelajari target, melakukan pengintaian, pengawasan, dan membawa pasangan itu ke gereja,” ujar Ano.

Setidaknya 22 orang tewas dan lebih dari 100 warga sipil dan aparat keamanan terluka akibat bom ganda yang meledak di Gereja Jolo, Sulu pada Minggu.

Bom pertama meledak di dalam gereja Katedral Marian of Our Lady of Mount Carmel saat misa sedang berlangsung pada sekitar jam 8.45 waktu setempat.

Bom kedua meledak di tempat parkir Katedral saat pasukan keamanan berusaha mengatasi ledakan bom pertama.


Anadolu Agency
Sumber : Anadolu Agency

Komentar