PortalMadura.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Menjelang satu jam penutupan sesi pertama, indeks harga saham domestik terpantau melesat hingga 2,10 persen atau menguat signifikan sebesar 112 poin ke level 5.454,58.
Aksi borong saham dengan harga murah (bargain hunting) ditengarai menjadi pemicu utama lompatan indeks pagi ini. Langkah tersebut diambil para investor setelah pasar modal domestik dihantam tekanan jual yang masif dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Sentimen Dividen Jumbo TLKM dan Saham Penopang Indeks
Laju positif Ihsg hari ini didominasi oleh pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi motor penggerak utama dengan menyumbang sekitar 24 poin terhadap kenaikan indeks. Penguatan ini menyusul keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) TLKM yang menyetujui pembagian dividen tunai total Rp21,9 triliun atau setara Rp221 per saham, dengan imbal hasil (yield) menjanjikan sekitar 9 persen.
Baca Juga:
Rupiah Terperosok ke Rp17.127! Ketegangan AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak Jadi Pemicu Utama
Selain TLKM, sejumlah emiten besar lainnya ikut mendorong penguatan pasar, di antaranya:
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
- PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Menariknya, lonjakan indeks tetap melaju meski beberapa saham perbankan raksasa seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masih mencatatkan rapor merah dan menjadi penahan laju indeks utama.
Pertemuan Sektor Keuangan di DPR Bawa Angin Segar
Suntikan sentimen positif internal juga datang dari Kompleks Parlemen, Senayan. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menggelar pertemuan koordinasi dan evaluasi bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas), serta Badan Pengaturan BUMN/Danantara Indonesia.
Aparatur negara menyatakan bahwa kondisi dan perkembangan industri perbankan nasional saat ini berada dalam koridor yang sangat kokoh dan sehat. Kabar baik dari sektor riil ini langsung direspons positif oleh para pelaku pasar modal.
Secara umum, iklim investasi global juga relatif lebih tenang dibanding sebelumnya. Kendati mata uang Rupiah masih bergerak di kisaran Rp18.160 per dolar AS, laju pelemahannya dilaporkan mulai terbatas, sehingga mampu memitigasi kecemasan pasar atas risiko depresiasi modal lanjutan.
Analisis Teknikal dan Peta Saham
Hingga pertengahan sesi pertama, peta pergerakan saham di lantai bursa mencatat sebanyak 335 saham bergerak menguat, 262 saham melemah, dan 362 saham lainnya stagnan. Hal ini menandakan bahwa reli pasar kali ini mulai menyebar ke berbagai sektor penunjang lainnya.
Kendati demikian, para analis mengingatkan investor untuk tetap waspada mengingat volatilitas market diproyeksi masih akan tinggi. Secara teknikal, rebound hari ini belum sepenuhnya membalikkan tren pelemahan jangka panjang, dan level 5.300 kini disorot sebagai area pertahanan krusial bagi pergerakan IHSG ke depan.





