oleh

Ingin Persalinan Bumil Lancar? Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini

PortalMadura.Com – Setiap ibu hamil (bumil) tentu punya impian melahirkan secara mudah dan lancar. Sehingga mereka melakukan berbagai macam ‘ritual’ baik medis maupun non medis. Namun ternyata, ada beberapa kesalahan yang dilakukan bumil pada saat proses melahirkan dan membuat persalinan terasa lebih lama.

Sebagaimana yang disampaikan dr.Andriana Kumala Dewi, Sp.OG, dari RS Bethsaida, Tangerang, salah satu penyebab persalinan jadi lebih lama yaitu akibat mengejan yang salah. Salah mengejan bisa menyulitkan bayi keluar dari jalan lahir, sehingga Bunda malah berteriak-teriak.

Andriana menambahkan, janin tidak akan turun jika salah cara mengejan, yang membuat persalinan berjalan lambat. Jika janin dianggap terlalu lama di jalan lahir, maka dokter akan melakukan tindakan, misalnya vakum.

Dilansir PortalMadura.Com, Senin (1/9/2019) dari laman haibunda.com yang mengutip dari Babygaga. Berikut ini beberapa kesalahan bumil lainnya yang bisa membuat persalinan jadi lebih sulit:

Tidak Istirahat

Bukan rahasia bahwa melahirkan bayi merupakan salah satu situasi terberat yang dihadapi wanita. Itu mengapa pentingnya istirahat atau tidur sebelum persalinan dimulai. Beberapa bumil yang berpengalaman tahu bahwa mereka harus tidur sebelum persalinan.

Tidur tidak hanya sekedar relaksasi yang membuat bumil bisa istirahat, tetapi dia juga membantu bayi rileks saat kontraksi dini mulai terasa. Untuk melahirkan melalui vagina, mulut serviks perlu dibuka hingga 10 sentimeter. Jika bumil tidur saat tahap pertama persalinan, serviksnya mungkin mulai membesar.

Ke Rumah Sakit Terlalu Dini

Ketika kontraksi dimulai, calon ibu dan tenaga medis dapat menentukan apakah dia harus pergi ke rumah sakit, atau menghabiskan tahap awal persalinan di rumah. Terlalu cepat ke rumah sakit, saat belum waktunya untuk melahirkan, membuat bumil terlalu lama menunggu.

Padahal, jika lebih dulu menghabiskan waktu di rumah, bumil bisa lebih santai dan menikmati suasana rumah, yang tentunya berbeda dengan rumah sakit.

Loading...

Terlalu Banyak Berbaring

Banyak perempuan yang melahirkan berbaring telentang atau bertumpu pada tulang belakang mereka. Sayangnya, posisi ini membatasi mobilitas bumil dan pergerakan bayi.

Posisi persalinan optimal yaitu posisi yang ramah gravitasi. Berdiri atau jongkok menjadi posisi yang membuka rahim. Ini memberi bayi lebih banyak ruang dan dorongan untuk menuruni jalan lahir dan bermanuver melalui tulang panggul.

Baca Juga: Viral Video Ciuman dan Adegan Vulgar Muda-mudi, Satpol PP Pamekasan Akui Terjadi…

Tidak Makan atau Minum

Bumil tidak boleh makan atau minum apa pun saat persalinan merupkan mitos. Sebaliknya, makan boleh saja setelah kontraksi dimulai. Kalau melahirkan dengan perut kosong, sebenarnya bisa memperpanjang proses persalinan.

Namun, jika tidak berminat untuk makan selama persalinan, tidak masalah, dia tidak harus makan. Tetapi secara umum, tidak ada alasan untuk menghindari makan dan minum pada tahap awal persalinan.

Mencoba Banyak Posisi

Beberapa wanita lebih suka berdiri, sementara yang lain suka duduk. Ada yang memilih berjalan, tapi ada juga yang lebih suka diam di tempat tidur. Jika ibu hamil mengatakan ya untuk semua hal di atas, dia termasuk di antara sekelompok perempuan yang suka mengubah posisi untuk mengatasi persalinan.

Seorang wanita dalam pergolakan persalinan menggerakkan posisi tubuhnya setiap 20 menit memang dapat membantu mengatasi rasa sakit. Namun perlu diingat, pergerakan ini juga bisa membuat Bunda merasa tidak nyaman apalagi jika ada alat rumah sakit yang menempel di tubuh, seperti infus. Jadi lebih baik berhati-hati jika ingin berpindah posisi.


Rewriter: Desy Wulandari
Sumber: haibunda.com


Berita PortalMadura
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE