oleh

Ini 8 Gejala Kekurangan Vitamin D dan Terpapar Sinar Matahari

PortalMadura.Com – Vitamin D merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh guna menjaga kadar kalsium dan fosfat. Vitamin yang larut dalam lemak ini diperlukan tubuh untuk membantu penyerapan kalsium dan fosfat, yaitu mineral yang penting bagi pembentukan dan perlindungan tulang dan gigi.

Sehingga apabila kekurangan vitamin D di dalam tubuh maka dapat mengganggu kesehatan Anda. Hal ini bisa dicegah dengan pemenuhan nutrisi dan gizi dari makanan sehari-hari. Selain berjemur di matahari pagi, Anda juga dapat mengonsumsi ikan salmon, susu, dan minyak ikan kod, untuk memenuhi kebutuhan vitamin D.

Untuk itu, penting mengetahui gejala kekurangan vitamin yang banyak dihasilkan oleh sinar matahari ini. Dengan mengetahui gejalanya, Anda jadi bisa melakukan antisipasi dan tindakan pencegahan lebih awal. Berikut beberapa gejala Anda kurang vitamin D:

Anda Sering Mengalami Kelelahan
Jika Anda tidk amendapatkan cukup vitamin D, Anda mungkin merasa benar-benar kelelahan, bahkan ketika Anda mendapatkan tidur cukup.

Sebuah studi di North American Journal of Medical Sciences menemukan bahwa kadar vitamin D yang rendah lazim terjadi pada orang yang kelelahan. Sehingga Anda harus mengonsumsi lebih banyak suplemen vitamin D untuk dapat membantu memperbaiki gejala mereka.

Anda Depresi
Ada beberapa penelitian yang menghubungkan defisiensi vitamin D dengan depresi. Sebuah penelitian meta-analisis pada 2013 yang dipublikasikan di The British Journal of Psychiatry menemukan, bahwa partisipan yang mengalami depresi mengalami kekurangan vitamin D.

Analisis yang sama menemukan bahwa secara statistik, orang-orang yang kekurangan vitamin D lebih berisiko mengalami depresi.

Para peneliti percaya bahwa karena vitamin D penting untuk fungsi otak, rendahnya kadar zat gizi tersebut berdampak pada meningkatnya risiko depresi dan gangguan mental lainnya.

Dahi Sering Berkeringat
Keringat di dahi merupkan salah satu tanda klasik pertama dari kekurangan vitamin D. Jika dahi Anda terlihat berkeringat meskipun suhu dan aktivitas tubuh Anda normal, Anda mungkin membutuhkan lebih banyak vitamin D.

Loading...

Tulang Sakit
Orang dewasa yang tidak mendapatkan cukup vitamin D sering mengalami sakit dan nyeri pada otot dan tulang mereka, terutama saat cuaca dingin. Sendi orang yang kekurangan vitamin D juga sedikit kaku di pagi hari.

Disfungsi Ereksi
Ini khusus untuk para pria. Jika Anda menderita disfungsi ereksi (DE), kekurangan vitamin D mungkin salah satu penyebabnya. Sebuah studi dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa pria dengan disfungsi ereksi berat memiliki tingkat vitamin D yang secara signifikan lebih rendah daripada pria dengan disfungsi ereksi ringan.

Pria yang didiagnosis dengan disfungsi ereksi sering memiliki penyakit kardiovaskular, yang juga terkait dengan kekurangan vitamin D. Beberapa ahli menyarankan bahwa mengobati kekurangan vitamin D dapat menurunkan risiko disfungsi ereksi.

Baca Juga: Pagi Ini, Satu Korban Perahu Tenggelam Kembali Ditemukan Tak Bernyawa

Memengaruhi Tingkat Kebugaran dan Fungsi Otot
Kekurangan vitamin D dapat memengaruhi tingkat kebugaran dan fungsi otot Anda. Sebuah analisis yang diterbitkan dalam jurnal American College of Sports Medicine’s Health & Fitness menemukan bahwa suplemen vitamin D meningkatkan kinerja fisik pada mereka yang didiagnosis dengan kekurangan vitamin D.

Di sisi lain, jika sehabis olahraga Anda merasakan tubuh sakit atau pegal-pegal dan pemulihan akan hal itu berjalan lama, itu karena kurangnya vitamin D.

Anda Tidak Bisa Tidur Nyenyak
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sleep Research, orang yang mengonsumsi lebih banyak vitamin D, lebih rendah risikonya mengalami gangguan tidur pada malam hari sebanyak 16 persen. Anda yang sulit tidur nyenyak di malam, bisa jadi kekurangan vitamin D.

Mudah Sakit
Anda akan dengan mudah terserang penyakit. Paling sering adalah pilek dan flu.
Sebuah studi di Archives of Internal Medicine menemukan bahwa orang dewasa yang memiliki kadar vitamin D rendah lebih mungkin melaporkan menderita batuk pilek atau infeksi saluran pernapasan atas.


Rewriter: Desy Wulandari
Sumber: liputan6.com


Berita PortalMadura
Loading...

Komentar