oleh

Inilah 5 Sikap Pengemudi yang Patut Dihindari, Nomor 3 Paling Penting

PortalMadura.Com – Kata siapa mengemudi itu mudah?. Perlu diketahui, mengemudi tidak hanya sekadar mampu mengendalikan kendaraan dari satu tempat ke tempat lainnya. Akan tetapi, mengemudi juga perlu attitude yang baik terhadap pengendara lainnya.

Sebab, berkendara di jalan raya bukan milik seorang atau pribadi, melainkan milik bersama. Untuk itu, ada baiknya jika mengemudi tidak secara ugal-ugalan. Kendati demikian, hingga saat ini masih saja ada pengemudi yang seenak jidat, sehingga mereka membahayakan dirinya dan juga orang lain.

Bahkan, ada beberapa pengemudi berbahaya di sekitar Anda. Jenis-jenis sikap pengemudi seperti ini sebisa mungkin Anda hindari. Pasalnya, jika melakukan salah satunya, tentu saja hal ini akan berpotensi terjadi kecelakaan.

Berikut ini lima sikap pengemudi yang patut dihindari:

Agresif
Orang yang memiliki gaya mengemudi agresif, biasanya mengemudi kendaraan secara semaunya. Tidak peduli kondisi jalan sedang macet atau tidak, yang penting ia bisa sampai di tujuan.

Bahkan, yang lebih parahnya lagi, pengemudi agresif ini juga bisa membahayakan pengemudi lain. Jenis pengemudi agresif dan ugal-ugalan tidak jauh berbeda, mereka sering kali mengabaikan peraturan yang ada di jalan raya.

Provokatif
Jenis pengemudi provokatif biasanya Anda sering menemukannya di traffic light atau lampu merah. Mereka cenderung membunyikan klakson meskipun lampu masih dalam kondisi merah, berkali-kali menyalakan lampu high beam, memepet atau bahkan memotong saat mau mendahului atau didahului. Pengendara yang memiliki karakter seperti ini akan membuat pengendara lain terpancing emosinya dan melakukan kesalahan di jalan raya.

Ragu-ragu
Mau belok apa lurus?. Mau di tengah atau paling kanan?. Pengendara ‘enggak jelas’ seperti ini memiliki keragu-raguan. Mereka bisa menjadi sumber bahaya bagi pengendara lain. Pasalnya, pengendara tersebut membuat pengendara lain sulit mengambil keputusan atau melewatinya. Lalu, tiba-tiba berbelok atau mengurangi kecepatan.

Bukan itu saja, karena ragu-ragu dan tidak fokus, ia bisa mencelakakan orang lain. Misalnya, ketika dihadapkan disebuah pertigaan, karena ragu akan belok ke kanan atau ke kiri, akhirnya pengendara tersebut tidak fokus pada area sekitarnya sehingga membuat orang lain celaka.

Multitasking
Meskipun kini iklan layanan masyarakat mengenai keselamatan berkendara sudah banyak, namun para pengemudi sering mengabaikannya. Perihal sepele tentang mengecek handphone saat berkendara adalah hal yang sering dilakukan.

Menurut data National Safety Council, Amerika Serikat, sepanjang tahun lalu, terjadi 1,3 juta kecelakaan yang berkaitan dengan pemakaian handphone saat mengemudi.

Tidak hanya itu, bagi kaum hawa, mereka biasanya menyetir sambil dandan atau sambil makan dan minum. Perilaku seperti ini sangat berbahaya, karena konsentrasi untuk berkendara akan terpecah dengan kegiatan lain selain menyetir.

Egois
Di jalan raya Anda tidak seorang diri. Hal ini sering dilupakan oleh pengendara mobil ataupun motor. Pengendara dengan tipe seperti ini tidak akan memberikan kesempatan kepada pengendara lain untuk menyalip atau mendahului orang lain.

Maunya diberi jalan, tapi tidak mau memberi pada yang lain. Ketika bertemu dengan tipe pengendara seperti ini, pilihan terbaik hanya mengalah dan menghindari pengendara tersebut. Jika ikut terbawa sifat egois, maka kecelakaan akan menjadi salah satu jawabannya. (liputan6.com/Salimah)


Komentar